Malaysia Sebut 'Murahan' Pemberitaan Pilot MH-370  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jonti Roos (dua kanan) dan temannya Jaan Maree (dua kiri) saat berpose dengan pilot Fariq Abdul Hamid, 27 tahun (kanan), yang merupakan salah satu pilot di pesawat Malaysia Airlines yang hilang, pilot di sebelah kiri tidak diketahui namanya. Jonti Roos kaget saat mengetahui bahwa pilot yang berkenalan dengannya di tahun 2011 ini adalah kopilot di pesawat yang hilang tersebut. Dailymail.co.uk

    Jonti Roos (dua kanan) dan temannya Jaan Maree (dua kiri) saat berpose dengan pilot Fariq Abdul Hamid, 27 tahun (kanan), yang merupakan salah satu pilot di pesawat Malaysia Airlines yang hilang, pilot di sebelah kiri tidak diketahui namanya. Jonti Roos kaget saat mengetahui bahwa pilot yang berkenalan dengannya di tahun 2011 ini adalah kopilot di pesawat yang hilang tersebut. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Luala Lumpur - Sebagian media Malaysia mengecam media Australia yang menayangkan pengakuan seorang perempuan dan temannya yang naik dalam kokpit Malaysia Airlines selama penerbangan Phuket-Kuala Lumpur beberapa tahun lalu. Dalam tayangan itu, wanita bernama Jonti Roos dan temannya mengaku ditawari oleh Fariq Abdul Hamid, kopilot dalam pesawat bernomor penerbangan MH-370 yang hingga kini belum ditemukan, dan pilot untuk masuk di ruang pengendali pesawat. (Baca: Dukun Lakukan Ritual Kedua Cari Malaysia Airlines)

    Johan Jaffar, pimpinan perusahaan Media Prima, menyebut publikasi ini sebagai jurnalisme kelas rendah yang dibuat hanya berdasarkan desas-desus.

    Hal yang sama ditegaskan Nuraina Samad, mantan Redaktur Eksekutif New Straits Times Malaysia. Ia mengaku sedih dengan laporan yang disiarkan media Australia dan dengan cepat menyebar ke seluruh dunia itu. "Ini membuat saya merasa ngeri. Ini adalah jurnalisme yang buruk dan murahan," ujarnya.

    Azman Ujang, mantan Pemimpin Redaksi kantor berita Bernama, mengatakan kebebasan pers tidak boleh disalahgunakan. "Media harus bertanggung jawab. Pilot itu tentu dalam posisi tidak bisa membela diri (atas pemberitaan itu)," katanya. Ia menyatakan pemberitaan itu hanya mengambil keuntungan dari hilangnya Melaysia Airlines.

    Dimuat pertama kali oleh A Current Affair, Roos menceritakan apa yang terjadi di dalam kokpit selama penerbangan. Ia mengaku dijemput sang kopilot dan pilot saat mengantre untuk masuk ke dalam pesawat.

    "Sepanjang penerbangan, mereka berbicara kepada kami," ujarnya. Ia juga menyaksikan pilot itu merokok selama penerbangan. Selain itu, mereka berfoto-foto di area kokpit selama penerbangan. (Baca: Berfoto dan Merokok di Kokpit Malaysia Airlines)

    A Current Affair menunjukkan gambar dua wanita muda ini di kokpit yang tersenyum bersama para pilot Malaysia Airlines.

    CEO Malaysia Airlines Ahmad Jauhari, mengomentari berita itu, mengatakan pihaknya tidak membenarkan perilaku seperti yang dilakukan Abdul Hamid. Aturan internasional penerbangan secara ketat melarang penumpang masuk kokpit pesawat. "Kami tidak akan berkompromi dengan tindakan yang akan mempengaruhi integritas pesawat terbang," katanya.

    SMH | TRIP B

    Terpopuler:
    Twitter: Foto dan Video Lebih Banyak Dapat Retweet
    Michael Schumacher Tunjukkan Tanda Membaik
    Ini Kata-kata Terakhir Pilot Malaysia Airlines  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.