Soal Teluk, Qatar Pertahankan Kebijakannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sheikh Hamad Bin Khalifa al-Thani. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    Sheikh Hamad Bin Khalifa al-Thani. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    TEMPO.CO, Doha - Qatar tetap mempertahankan kebijakan luar negerinya kendati Arab Saudi dan dua negara Teluk memanggil duta besarnya dari Doha terkait dengan tuduhan terlibat urusan dalam negeri anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

    Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, telah memanggil pulang duta besarnya pekan lalu sebagai reaksi kemarahan atas ulah Qatar yang dianggap mendukung Presiden Mesir tergulung, Mohammed Mursi, dari Al-Ikhwan Al-Muslimun.

    "Kebijakan kami didasarkan pada kepentingan semua pihak. Kami tidak ingin memberi pengecualian kepada siapa pun," kata Menteri Luar Negeri Qatar Khalid al-Attiya kepada televisi Al Jazeera saat melakukan kunjungan ke Paris.

    Arab Saudi dan sejumlah negara Teluk menyambut baik upaya militer mendongkel kekuasaan Presiden Mursi, 3 Juli 2013. Bahkan mereka berjanji menyiapkan bantuan miliaran dolar Amerika Serikat. Sedangkan  Qatar yang mendukung kekuasaan Mursi tidak bereaksi apa-apa.

    Doha sangat menyesalkan penarikan duta besar beberapa negara anggota GCC lantaran didasarkan pada perbedaan pendapat terhadap cara pandang masalah keamanan regional.

    AL JAZEERA | CHOIRUL



    Berita Lain:
    Dua WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam di Spanyol
    Yingluck: Tak Akan Ada Kudeta Militer di Thailand
    Keluarga Penumpang Malaysia Airlines Diminta Bersiap
    Paspor Curian di Malaysia Airlines Diselidiki
    4 Teori Hilangnya Malaysia Airline


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.