Ini Dia Penumpang Gelap Malaysia Airlines

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kombinasi foto menunjukkan dua pria yang dengan paspor dicuri saat menaiki pesawat Malaysia Airlines MH370, foto diambil sebelum keberangkatan mereka di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada bulan Maret ini  (11/3). Kepala Kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Khalid Abu Bakar mengatakan pada konferensi pers, bahwa salah satu laki-laki (kiri) diidentifikasi sebagai 19 tahun Iran Pouria Nour Mohammad Mehrdad sedangkan identitas lainnya sedang diselidiki. REUTERS/Malaysian Police/Handout via Reuters

    Kombinasi foto menunjukkan dua pria yang dengan paspor dicuri saat menaiki pesawat Malaysia Airlines MH370, foto diambil sebelum keberangkatan mereka di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada bulan Maret ini (11/3). Kepala Kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Khalid Abu Bakar mengatakan pada konferensi pers, bahwa salah satu laki-laki (kiri) diidentifikasi sebagai 19 tahun Iran Pouria Nour Mohammad Mehrdad sedangkan identitas lainnya sedang diselidiki. REUTERS/Malaysian Police/Handout via Reuters

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Satu dari dua orang yang menggunakan paspor curian dalam penerbangan MH370 dari Kuala Lumpur tujuan Beijing tidak terkait dengan kegiatan terorisme. Kedua orang itu diyakini berniat bermigrasi ke Jerman untuk mencari suaka. Demikian pernyataan yang dikeluarkan kepolisian Malaysia, Selasa, 11 Maret 2014. (baca:Hari Keempat, Bangkai Malaysia Airlines Tak Ketemu)

    Pesawat Malaysia Airlines hilang dari pantauan radar pada Sabtu dini hari, sekitar dua jam setelah bertolak dari Kuala Lumpur menuju Beijing dengan membawa 227 penumpang dan 12 kru. Tidak adanya tanda-tanda mengenai penyebab hilangnya pesawat menimbulkan banyak spekulasi, mulai dari kesalahan pilot, kerusakan pada pesawat, pembajakan, hingga terorisme.(baca: Mungkinkah Malaysia Airline MH370 Dibajak? )

    Spekulasi terorisme muncul karena adanya dua penumpang yang ikut dalam penerbangan menggunakan paspor curian Namun, isu terorisme melemah setelah pemerintah Malaysia menetapkan bahwa satu orang dari pengguna paspor curian itu hanyalah pencari suaka dari Iran.

    Kepala kepolisian Malaysia, Khalid Abu Bakar mengatakan kepada wartawan, pemuda Iran berusia 19 tahun yang pergi menggunakan paspor curian itu berencana memasuki Jerman untuk mencari suaka. "Kami percaya dia tidak mungkin menjadi anggota kelompok teroris manapun," kata Khalid seperti dilansir Associated Press, Selasa 11 Maret 2014.(baca: Penumpang Gelap Malaysia Airlines Bayar Tiket Cash  )

    Dia menambahkan, ibu penumpang Malaysia Airlines itu sudah menunggunya di Frankfurt dan telah mengontak pihak kepolisian. Sang ibu menghubungi pihak berwenang Malaysia untuk memberitahu keprihatinanya karena anaknya tidak bisa dikontak.

    Sementara, lanjutnya, pria lain yang ikut bepergian dengan pemuda Iran tersebut telah tiba di Malaysia pada hari yang sama, dan belum bisa diidentifikasi.

    Khalid mengatakan, penyelidik tetap tidak mengenyampingkan kemungkinan apapun, termasuk adanya pembajakan, sabotase, atau motif pribadi dari awak atau penumpang. "Polisi tidak memiliki informasi tentang keterlibatan teroris," katanya.

    Pesawat Boeing 777-200ER milik Malaysia Airlines lepas landas dari Kuala Lumpur melintasi pantai timur ke Teluk Thailand pada ketinggian 35 ribu kaki. Saat hilang, pilot tidak mengirimkan sinyal bahaya apapun. (baca:Dukun Kondang Ikut Cari Malaysia Airlines)

    Dalam sebuah pernyataan, Malaysia Airlines menyatakan, tim pencarian dan penyelamatan telah memperluas ruang lingkup di luar jalur penerbangan ke Semenanjung Malaysia sebelah barat di Selat Malaka. Sebelumnya, tim melakukan pencarian di pantai barat Malaysia. "Pencarian di kedua sisi," kata Kepala Penerbangan Sipil, Azharuddin Abdul Rahman.

    Selama tiga hari terakhir misi pencarian, setidaknya ada 10 negara yang turut mencari pesawat tersebut. Mereka mengerahkan sembilan pesawat dan 24 kapal untuk menjelajahi Teluk Thailand di sisi timur Malaysia. Selain melakukan pencarian di laut, mereka juga menelusuri pencarian di darat.

    AP | ROSALINA

    Topik terhangat:

    Ade Sara | Malaysia Airlines | Kasus Century | Jokowi | Anas Urbaningrum

    Berita terkait
    Hari Keempat, Bangkai Malaysia Airlines Tak Ketemu
    Kazem Ali, Pemesan Tiket Malaysia Airlines, Diburu
    Malaysia Airlines, Bandara Kualalumpur dan Pembawa Bahan Peledak
    Siapa Pemesan Tiket Pengguna Paspor Palsu di Malaysia Airlines?
    Penumpang Gelap Malaysia Airlines Mirip Balotelli  

     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.