Pantau Ukraina, NATO Kirim Pesawat Tempur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara, diyakini Rusia, naik militer lapis baja pengangkut personel di jalan dekat kota pelabuhan Sevastopol Krime (10/3). Pasukan Rusia posisinya di semenanjung Krimea Ukraina pada Senin, mengambil alih sebuah rumah sakit militer dan pangkalan rudal. REUTERS/Baz Ratner

    Tentara, diyakini Rusia, naik militer lapis baja pengangkut personel di jalan dekat kota pelabuhan Sevastopol Krime (10/3). Pasukan Rusia posisinya di semenanjung Krimea Ukraina pada Senin, mengambil alih sebuah rumah sakit militer dan pangkalan rudal. REUTERS/Baz Ratner

    TEMPO.COCrimea - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengirim sejumlah pesawat pengintai di atas Polandia dan Rumania. Pengiriman itu terkait dengan pemantauan situasi di Ukraina, terutama di Crimea yang telah dikuasai Rusia. Pihak NATO menyatakan penerbangan Airborne Warning and Control System itu hanya berlangsung di atas wilayah NATO.

    "Ukraina bukan anggota NATO, tapi intervensi Rusia di Crimea telah mengkhawatirkan negara tetangganya," tulis situs Al Jazeera, Senin, 10 Maret 2014. (Baca: Pasukan Pro-Rusia Rebut Pangkalan Militer Ukraina).

    Untuk mendukung NATO, Pentagon mengutus beberapa pesawat tempur. Pejabat di Pentagon mengungkapkan Amerika akan mengirim enam pesawat tempur F-15s dan satu KC-135. Pesawat-pesawat tempur tambahan itu akan dikirim dari pangkalannya di Inggris ke pangkalan udara Siauliai di Lithuania.

    "Langkah ini untuk merespons permintaan sekutu kami di Baltik dan lebih jauh untuk menunjukkan komitmen kami terhadap keamanan NATO," kata pejabat itu.

    Sementara itu, Presiden Barack Obama berencana bertemu Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk di Washington, Rabu, 12 Maret 2014. Pertemuan itu merupakan bentuk dukungan Amerika Serikat terhadap pemerintahan baru Ukraina. (Bertemu Yatsenyuk, Obama Dukung Ukraina).

    Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri menolak memiliki hubungan dengan Yatsenyuk dan seluruh pejabat baru Ukraina. Ia bahkan mendukung referendum. (Gabung Rusia, Crimea Lakukan Referendum).

    "Langkah dari kepemimpinan yang sah terhadap Crimea telah berdasarkan pada norma hukum internasional," ujar Putin. "Dan semuanya bertujuan untuk kepentingan hukum penduduk di Crimea."

    AL JAZEERA | REUTERS | CORNILA DESYANA


    Terpopuler:
    Malaysia Airlines, Bandara Kuala Lumpur dan Pembawa Bahan Peledak
    Brigadir Martir Cina Klaim Bertanggung Jawab
    Serba 5 di Malaysia Airlines: 5 Balita, 5 Tak Terbang 
    Kazem Ali, Pemesan Tiket Malaysia Airlines, Diburu
    Dukun Kondang Ikut Cari Malaysia Airlines  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.