Pasukan Pro-Rusia Rebut Pangkalan Militer Ukraina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah konvoi kendaraan militer berjalan dari Sevastopol ke Simferopol, Crimea, Ukraina (10/3).  Menteri Luar Negeri Ukraina mengatakan Senin negaranya sudah merasa seperti itu hampir dalam keadaan perang setelah pasukan Rusia mengambil kontrol yang efektif dari Ukraina Crimean Peninsula. AP/Darko Vojinovic

    Sebuah konvoi kendaraan militer berjalan dari Sevastopol ke Simferopol, Crimea, Ukraina (10/3). Menteri Luar Negeri Ukraina mengatakan Senin negaranya sudah merasa seperti itu hampir dalam keadaan perang setelah pasukan Rusia mengambil kontrol yang efektif dari Ukraina Crimean Peninsula. AP/Darko Vojinovic

    TEMPO.CO, Sevastopol - Pasukan pro-Rusia memuntahkan peluru dan merebut pangkalan militer Ukraina di Crimea pada Senin, 10 Maret 2014. Sedikitnya empat pangkalan dikuasai kelompok pria berseragam itu. Salah satu pangkalan bahkan penuh dengan rudal.

    Sedangkan Markas Besar Angkatan Laut Ukraina mengalami pemotongan aliran listrik. Milisi pro-Rusia juga menggulingkan seorang direktur rumah sakit militer.

    "Para penyerbu ini menamai diri mereka sebagai anggota unit pertahanan lokal yang berada di bawah komando perwira militer Rusia," tulis Washington Post. (Baca: Crimea Menyatakan Bergabung ke Rusia)

    Seorang pejabat pertahanan Ukraina mengatakan kekuatan militer Rusia telah memecat sekitar selusin pria di pangkalan Angkatan Laut Ukraina, dekat Kota Bakhchisaray. Pasukan itu didampingi oleh seorang komando pangkalan Ukraina. Dan ia membujuk anak buahnya untuk bergabung dengan pasukan Rusia.

    Yarik Alexandrov, personel Angkatan Laut Ukraina, menolak bersumpah setia dengan Moskow. Namun ia dan kawan-kawannya mendapatkan tekanan dari kelompok pro-Rusia. "Awalnya, saya dan teman-teman menolak untuk menyerah, tapi mereka melepaskan tembakan di dekat kaki kami," kata Alexandrov. "Apa yang bisa kami lakukan? kami tak bersenjata."

    Intervensi militer Rusia di Crimea itu merupakan permintaan Presiden Ukraina Victor Yanukovych. Menurut Vitaly Churkin, utusan Rusia untuk PBB, Yanukovych masih menganggap dirinya presiden sah Ukraina. Dia meminta angkatan bersenjata Rusia masuk Ukraina demi membantu menjaga keamanan dan ketertiban.



    WASHINGTON POST | REUTERS | AL JAZEERA | CORNILA DESYANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.