Korban Tetap Berjatuhan Selama Pemilu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Baghdad: Kesuksesan pemungutan suara pekan lalu, menurut Perdana Menteri sementara Irak Iyad Allawi tidak berarti keadaan darurat sudah lewat. Dalam konperensi pers di Gedung Irak Convention Centre, Kamis (3/2), Iyad menyatakan, 12 tentara Irak Rabu (2/2) tewas dalam serangan bersenjata di Utara Irak. Sebenarnya, menurut Iyad Alawi, para tentara itu mau pulang setelah menjaga kilang minyak di Kirkuk, Irak bagian Utara. Namun, saat memasuki Desa Zab, sekelompok orang bersenjata menyerang. Kekerasan lain juga terjadi di dekat pusat Kota Samarra, sebelah Utara Baghdad. Serangan mengakibatkan hancurkannya pipa gas untuk keperluan Kota Baghdad dan Bayji. Tapi, serangan-serangan itu tak merusak pipa minyak dan gas untuk ekspor.Sementara itu, di Iskandariyah, sebelah selatan Baghdad, empat orang sipil yang sedang mengendarai mobil juga tewas ditembak. Polisi, belum menemukan motif penembakan itu. Seorang tentara marinir AS, dan dua orang tentara Irak yang bekerja untuk marinir AS di Irak juga tewas dalam serangan bersenjata di sebelah barat propinsi Anbar, tak jauh dari kota Ramadi. Serangan tersebut diduga bagian dari ketidakpuasan sekelompok orang dari Kaum Sunni Irak terhadap jalannya pemilihan umum, Ahad kemarin. Menurut juru bicara Assosiasi Ulama Muslim Sunni Irak, Muhammad Bashar Al-Fidhi, pemungutan suara Minggu lalu, tidak berlegitimasi, karena kebanyakan orang Sunni Irak tinggal di rumah dan tak pergi ke tempat pemungutan suara. Karena itu, menurut Muhammad Bashar, perlu diadakan rekonsiliasi untuk bisa menampung suara kaum Sunni Irak, yang merupakan 30 persen dari 26 juta penduduk Irak. "Kami pantas juga mendapat tempat di Dewan Nasional yang akan mendudukan 275 orang nantinya,"katanya.Iyad Alawi sudah bertemu dengan 16 partai politik yang berpengaruh untuk membicarakan tempat bagi bagian masyarakat yang tak ikut pemilu karena ketakutan kondisi keamanan dan karena kesalahan material penyelenggaraan pemungutan suara. Di Baghdad sendiri keadaan sudah normal. Sejak Rabu (2/2) jam malam sudah diperpanjang, menjadi mulai pukul 11.00 malam sampai pukul 06.00 pagi. Patroli tank tentara koalisi pimpinan Amerika Serikat juga sudah tidak sesering seperti beberapa hari menjelang pemungutan suara sampai sehari setelah hari pemungutan suara. Ahmad Taufik

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.