Pria Bersenjata Kuasai Gedung Pemerintah Ukraina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga demonstran penentang presiden Ukraina Viktor Yanukovich berfoto di rumah presiden yang terguling tersebut di Mezhyhiryam, Kiev, (27/2). Rumah tersebut dijagaintuk mencegah warga masuk ke dalam rumah. Jeff J Mitchell/Getty Images

    Tiga demonstran penentang presiden Ukraina Viktor Yanukovich berfoto di rumah presiden yang terguling tersebut di Mezhyhiryam, Kiev, (27/2). Rumah tersebut dijagaintuk mencegah warga masuk ke dalam rumah. Jeff J Mitchell/Getty Images

    TEMPO.CO, Kiev - Pasukan bersenjata dan polisi Ukraina dalam siaga tinggi setelah sejumlah pria bersenjata menguasai gedung pemerintah di Crimea dan mengibarkan bendera Rusia.

    Presiden sementara Ukraina, Oleksander Turchinov, mengatakan kepada parlemen, Kamis, 27 Februari 2014, dirinya mendapat perintah agar mengambil semua langkah demi melindungi warga negara.

    Mengenai pergerakan pasukan Rusia di Laut Hitam berbasis di Crimea, Turchinov mengatakan pasukan Rusia tidak akan meninggalkan pangkalannya di Crimea, tapi ada kemungkinan terjadi agresi militer (ke Ukraina).

    Eskalasi ketegangan dan adu retorika antara Rusia dan Ukraina telah meningkat dalam beberapa bulan ini. Pengambilalihan gedung pemerintah oleh pria bersenjata pada Rabu malam, 26 Februari 2014, waktu setempat menjadi titik balik hubungan kedua negara.

    Menteri Dalam Negeri Arsen Avakov mengatakan dalam laman Facebook, Kamis, 27 Februari 2014, "Sejumlah pria bersenjata otomatis telah menguasai gedung pemerintahan Crimea di Simferopol. Pasukan keamanan dalam negeri dan kepolisian diminta siaga."

    Avakov menambahkan, "Hendaknya diambil langkah-langkah penting untuk membalas aksi kaum ekstremis dan mencegah konfrontasi bersenjata ke dalam pusat kota."

    Foto-foto yang diunggah di Twitter, Kamis, 27 Februari 2014, menunjukkan bendera Rusia berkibar di atas gedung parlemen Crimea. Lebih dari 50 pria dengan senapan mesin memasuki gedung pada Rabu malam, 26 Februari 2014, waktu setempat.

    Belum ada tanggapan resmi dari Moskow terhadap perkembangan terakhir di Crimea, tapi Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa jet tempur Rusia telah standby.

    Menanggapi kejadian tersebut, Perdana Mentrei Crimean Anatoliy Mohilyov mengatakan kepada AFP, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Kamis, 27 Februari 2014, pihak berwenang telah mengambil langkah yang tepat. Namun dia tak mengatakan lebih lanjut.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.