Pemilih Sunni Irak Sedikit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bagdad:Jalanan di Kota Baghdad mulai dipenuhi mobil yang lalu lalang. Namun, masih banyak jalan yang ditutup, terutama jalan menuju komplek pemerintahan Irak, gedung Irak Convention Centre (Qosrotul Mu'tamar), Kedutaan Amerika Serikat, Inggris dan tempat orang asing menginap daerah itu disebut kawasan green zone. Perdana Menteri Irak, Iyad Allawy pada saat konperensi pers di Irak Convention Centre mengatakan bersyukur pemilihan umum bisa berjalan dengan baik, walaupun di beberapa daerah pemungutan suara tak bisa dilakukan karena alasan keamanan. "Namun, secara keseluruhan pemilu ini berjalan, dan lebih 70 persen rakyat pergi ke tempat pemilihan," katanya seperti dikutip wartawan Tempo, Ahmad Taufik dari Bagdad.Walaupun kaum Islam sunni Irak merupakan kelompok yang paling sedikit berpartisipasi dalam pemilu kemarin, Iyad berharap, seluruh masyarakat berdiri bersama membangun Irak. "Kita mulai dialog nasional yang menjamin semua suara orang Irak, Syiah, Sunni, Kurdi, Kristen dan lainnya terwakili dalam pemerintahan yang akan datang," katanya.Banyaknya pemilih dalam pemilihan umum di Irak terbantu oleh populasi kelompok Syiah, yang mencapai 60 persen dari jumlah penduduk Irak. Presiden Irak, Ghazi Al-Yawer, sebelumnya memperingatkan, kepada warga sunni agar ikut pemungutan suara, agar memiliki perwakilan lebih banyak di dewan konstitusi. "Karena pemungutan suara kali ini untuk memulai membangun masa depan bersama sama," kata Ghazi.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.