Diserang Boko Haram, 59 Siswa Tewas Terbakar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imam Abubakar Shekau, pemimpin Boko Haram. digitaljournal.com

    Imam Abubakar Shekau, pemimpin Boko Haram. digitaljournal.com

    TEMPO.COAbuja – Sekelompok pria bersenjata dari kelompok ekstremis Islam Boko Haram diduga kuat membakar sebuah sekolah asrama di timur laut Nigeria pada Selasa dinihari, 25 Februari 2014, hingga menewaskan 59 siswanya.

    “Beberapa tubuh siswa terbakar hingga menjadi abu,” kata pejabat polisi setempat, Sanusi Rufai, seperti dikutip Reuters. Sementara itu, seorang pejabat rumah sakit menuturkan beberapa tubuh dengan luka tembak ditemukan di semak-semak. Diduga, mereka saat itu tengah berusaha melarikan diri.

    Seluruh korban tewas merupakan siswa laki-laki yang berasal dari Sekolah Buni Yadi, merupakan sekolah menengah pertama yang terletak di negara bagian Yobe, dekat Ibu Kota Damaturu. Saat serangan terjadi, mereka semua tengah terlelap tidur.

    Selain meluluhlantakkan asrama putra, pembakaran ini juga menghancurkan 23 bangunan sekolah lainnya, seperempatnya merupakan ruangan staf. Semua bangunan habis terbakar.

    Kelompok Boko Haram memang telah lama menargetkan seolah-sekolah. Mereka menganggap “pendidikan Barat adalah dosa”. Serangan serupa pernah terjadi pada Juni lalu di Mamudo dan menewaskan 22 siswa.

    Pihak keamanan masih berusaha mengejar pelaku pembakaran tersebut. Belum ada pernyataan lebih lanjut dari pihak keamanan mengenai hal ini.

    Akibat aksi terorisme yang telah menewaskan 300 orang pada bulan ini telah membuat pemerintah dan militer Nigeria dianggap tidak becus melindungi warga negaranya.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS


    Terpopuler

    Pendemo dan Polisi Ukraina Ini Saling Jatuh Cinta
    Pistorius Tonton Situs Porno sebelum Tembak Pacar
    Kantor Situs Berita Malaysiakini Diteror 
    Polio 'Aneh' Serang Anak-anak di California  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.