Lithuania Selidiki Klaim Soal Penjara Rahasia CIA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lambang Central Intelligence Agency (CIA), badan intelijen Amerika, yang terdapat di Lobi Markas Besar CIA di Langley. cia.gov

    Lambang Central Intelligence Agency (CIA), badan intelijen Amerika, yang terdapat di Lobi Markas Besar CIA di Langley. cia.gov

    TEMPO.CO , Vilnius: Jaksa Lithuania telah membuka penyelidikan terhadap adanya klaim bahwa tersangka terorisme asal Arab Saudi ditahan di penjara rahasia -yang biasanya disebut sebagai Black Site- di negara Baltik ini, kata laporan sejumlah media, Kamis 19 Februari 2014.

    Dibukanya penyelidikan kasus ini menyangkut "kemungkinan adanya pemindahan secara ilegal terhadap orang lintas negara," kata jaksa, seperti dikutip kantor berita AFP. 

    Adanya penjara rahasia CIA di sejumlah negara merupakan bagian dari program rendition, yaitu pemindahan secara sembunyi-sembunyi tersangka teror dari satu negara ke negara lainnya paska terjadinya serangan 11 September 2001.   

    Pada bulan Oktober 2013, Lithuania menolak untuk menyelidiki tuduhan bahwa Mustafa Hawsawi dipenjarakan di wilayahnya, di salah satu penjara rahasia badan intelijen AS, CIA (Central Intelligence Agency), antara 2004 dan 2006.

    Jaksa di Vilnius mengatakan bahwa kelompok-kelompok hak asasi manusia yang mengangkat kasus Hawsawi saat itu gagal memberikan bukti adanya kesalahan dalam kasus itu. Penyelidikan sebelumnya juga mengesampingkan klaim bahwa tersangka Al-Qaeda itu dibawa ke negara Baltik ini.

    Tapi pengadilan tinggi negara ini memutuskan Januari lalu bahwa jaksa harus meminta pihak berwenang di Amerika Serikat untuk bersaksi dalam kasus Hawsawi sebelum membuat keputusan akhir apakah akan melanjutkan kasus ini atau tidak.

    Aktivis hak asasi manusia memuji keputusan itu dan mengatakan bahwa ini bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain yang menghadapi tuduhan menyediakan fasilitas untuk ditempati penjara rahasia CIA, seperti Bulgaria, Republik Ceko, Polandia, dan Rumania. "Kami tentu berharap bahwa itu akan menjadi contoh bagi negara-negara lain," kata Sarah Fulton, pengacara di organisasi hak asasi manusia, Redress.

    Kelompok hak asasi manusia yang mengusung kasus Hawsawi mengaku memiliki bukti soal ini didasarkan pada data penerbangan, transfer tersangka lainnya, dan informasi tentang dugaan adanya penjara rahasia CIA di negara lain.

    Hawsawi adalah tersangka teror kedua yang mengatakan bahwa ia secara ilegal ditahan di Lithuania. Abu Zubaydah, seorang operator Al-Qaeda, telah membuat klaim yang sama sebelumnya.

    Pada tahun 2009, sebuah penyelidikan yang dilakukan parlemen Lithuania mengidentifikasi dua lokasi yang mungkin telah digunakan sebagai penjara rahasia CIA, salah satunya adalah sekolah berkuda. Penyelidikan itu tak dilanjutkan karena kurangnya bukti.

    Penyelidikan atas penjara rahasia CIA juga dilakukan di negara-negara Uni Eropa lainnya. Pihak berwenang di Polandia telah menyelidiki tuduhan serupa sejak tahun 2008. Warsawa dituduh mencapai kesepakatan rahasia dengan Washington, di mana CIA diduga telah mengambil alih tempat pelatihan akademi intelijen negara ini dan menggunakannya secara diam-diam untuk menahan tersangka terorisme.

    Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa di Strasbourg mulai memeriksa tuduhan Desember lalu bahwa dua tahanan Guantanamo disiksa dalam sebuah penjara rahasia CIA di Polandia. Namun, Polandia menolak untuk berbagi bukti dalam kasus ini dan mengklaim bahwa itu membahayakan penyelidikan yang mereka lakukan.

    RUSSIA TODAY | ABDUL MANAN

    BERITA LAINNYA
    Restu Jong-un Turun, Keluarga Korea Akhirnya Reuni
    Mucikari Internasional Dihukum Seumur Hidup
    Cerita Haru di Balik Reuni Keluarga Dua Korea
    Begini Susahnya Keluarga Korsel - Korut Reuni


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.