Menlu Uni Eropa Tengahi Konflik Ukraina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Api dan asap memenuhi Independence Square saat aksi protes menentang pemerintahan terjadi di Kiev, Ukraina, Rabu (19/2). REUTERS/David Mdzinarishvili

    Api dan asap memenuhi Independence Square saat aksi protes menentang pemerintahan terjadi di Kiev, Ukraina, Rabu (19/2). REUTERS/David Mdzinarishvili

    TEMPO.CO, Kiev – Para Menteri Luar Negeri Uni Eropa berusaha menengahi penyelesaian politik di Ukraina setelah bentrokan antara demonstran anti-pemerintah dan polisi menewaskan setidaknya 75 orang dalam dua hari kekerasan terburuk di negara pecahan Uni Soviet tersebut.

    Seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 21 Februari 2014, menurut pernyataan pejabat Uni Eropa, para menteri luar dari Jerman, Prancis, dan Polandia telah memulai “malam negosiasi sulit” dengan Presiden Ukraina Victor Yanukovych dan pihak oposisi.

    Selain menlu negara anggota Uni Eropa, banyak juga yang hadir dalam perundingan ini, seperti pemimpin oposisi, pembicara parlemen, dan sejumlah anggota parlemen. Dalam perundingan tersebut, menlu negara anggota Uni Eropa berharap rencana membentuk pemerintahan sementara dan memajukan pemilihan umum bisa membawa perdamaian bagi negara ini.

    Namun demikian, kata Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius, perundingan masih berjalan alot. “Tidak ada kesepakatan untuk saat ini. Negosiasi sangat sulit dan kami sedang bekerja utuk mencapai solusi damai,” ujarnya.

    Alotnya perundingan ini memaksa tiga menlu tersebut bertahan lebih lama di Ukraina. Mereka yang telah bernegosiasi sejak Kamis kemarin memperpanjang masa tinggal mereka hingga hari ini.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS


    Terpopuler

    Jong-un Habiskan Rp 7 Triliun Beli Barang Mewah  
    Somalia Mulai Tinggalkan Praktek Mutilasi Kelamin
    Maskapai AS Diperingatkan Soal Bom Sepatu  
    Mucikari Internasional Dihukum Seumur Hidup
    Ratu Kecantikan Venezuela Jadi Korban Kerusuhan

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.