Mucikari Internasional Dihukum Seumur Hidup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi human trafficking. TEMPO/Ary Setiawan

    Ilustrasi human trafficking. TEMPO/Ary Setiawan

    TEMPO.CO, Georgia - Pengadilan Amerika Serikat menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada pemimpin sindikat prostitusi dan perdagangan manusia, Joaquin Mendez - Hernandez atau yang lebih dikenal dengan nama "El-Flaco", Rabu, 19 Februari 2014.

    El Flaco dijatuhi hukuman seumur hidup oleh Hakim Senior Pengadilan Distrik B, Amerika Serikat, Avant Edenfield karena perbuatannya melakukan bisnis prostitusi dan perdagangan manusia  yang mengeksploitasi puluhan perempuan. Pria Meksiko 35 tahun ini dituduh  telah memaksa para perempuan itu untuk melayani pria-pria di negara bagian Georgia, Florida, dan Carolina. (Baca juga : WNI Jadi Budak Seks di AS Akibat Minim Regulasi)

    "Ini adalah hukuman yang tepat, karena organisasi prostitusi dan perdagangan manusia internasional telah sengaja mengatur di antara komunitas sendiri. Organisasi ini telah merusak hidup para korban dengan menjerumuskan mereka melalui kekerasan, intimidasi, dan uang, semua tanggung jawab itu harus dibayarnya (El Flaco) dalam penjara federal," kata Jaksa Pengacara Negara, Edward Traver, kepada situs RTT News, Kamis 20 Februari 2014.

    Keputusan ini diambil setelah pengadilan mendengat kesaksian para korban, paparan bukti dan investigasi yang dilakukan investigator federal, yang tersebar di Meksiko hingga Savannah, Georgia. Menurut kesaksian para korban yang diperdengarkan di pengadilan,  para perempuan yang berasal  dari Meksiko, Nikaragua, dan beberapa wilayah negara bagian itu,  dijanjikan  pekerjaan  di Amerika dengan iming - iming "American Dream". (Baca : Kasus Shandra Woworuntu, AS Jadi Bursa Bisnis Seks )

    Berdasarkan kesaksian itu,  diketahui pula bahwa setiap perempuan dipaksa melayani 50 pria dalam sehari. Untuk memastikan para perempuan itu menuruti permintaan tersebut, anggota sindikat ini mengancam dengan kekerasan  dan menyandera mereka di sebuah rumah di Meksiko. Anggota sindikat ini juga menjual korban mereka ke anggota yang ada di negara bagian lain, seperti Florida, Carolina Utara dan Carolina Selatan.

    Dalam membasmi tindakan yang dilakukan sindikat El-Flaco, pemerintah Amerika Serikat menggunakan operasi yang disebut "Dark Night". Tidak hanya melibatkan petugas kepolisian, "Dark Night" juga melibatkan Imigrasi Amerika Serikat, Investigator Daerah (HSI), FBI, hingga ke Marinir dan Angkatan Laut. Dari hasil investigasi ini, pemerintah Amerika Serikat juga telah menahan 23 anggota sindikat lainnya.

    RTT NEWS | WASHINGTON POST | CHETA NILAWATY

    Populer Internasional :
    Nenek Sakti Ini Terobos Pabrik Senjata Nuklir AS
    Indonesia Gelar Konferensi Pembangunan Palestina II
    Pengebom Kapal Perang AS Tetap Pakai Pengacaranya
    Australia Ingin Indonesia Bantu Selesaikan Masalah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.