Australia Enam Kali Langgar Batas Perairan Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkatan Laut Australia melakukan proses evakuasi imigran gelap yang tenggelam di perairan pulau Panaitan, Pandegelang, Banten, (31/8). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Angkatan Laut Australia melakukan proses evakuasi imigran gelap yang tenggelam di perairan pulau Panaitan, Pandegelang, Banten, (31/8). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Sydney – Batas wilayah perairan telah menjadi masalah yang kompleks bagi hubungan Indonesia dan Australia. Angkatan Laut Australia telah beberapa kali melewati batas wilayah perairan yang telah ditetapkan.

    Dilansir dari Channel News Asia, menurut laporan Layanan Kepabeanan dan Perlindungan Batas Wilayah Australia serta Angkatan Pertahanan, antara Desember dan Januari 2014, Australia telah memasuki wilayah Indonesia.

    Laporan yang disampaikan pada Rabu, 19 Februari 2014, ini terungkap melalui operasi militer yang dipimpin Operation Sovereign Borders pada 1 Desember 2013 hingga 20 Januari 2014. Hasilnya, dalam waktu kurang dari dua bulan, Australia enam kali melanggar batas wilayah.

    Sebelumnya, Canberra hanya mengatakan kapal mereka "tidak sengaja" memasuki perairan Indonesia, tanpa mengatakan seberapa sering pelanggaran itu terjadi.

    "Pelanggaran ini dilakukan tanpa sengaja. Ini terjadi karena perhitungan batas-batas perairan Indonesia yang salah. Hal ini bukan sebagai tindakan yang disengaja atau kesalahan navigasi,” tulis laporan tersebut.

    Permintaan maaf secara resmi pun sudah disampaikan ke Jakarta, yang langsung menuntut Australia menghentikan operasinya untuk mencegah pencari suaka. Operasi inilah yang akhirnya berujung pada pelanggaran batas wilayah.

    ANINGTIAS JATMIKA | CHANNEL NEWS ASIA

    Terpopuler
    Gara-gara Film Korea, Pria Cina Diputus Kekasihnya
    Perkosa Gadis Remaja, Serdadu AS Bunuh Diri
    Kerja di Kapal Pesiar, WNI Serang Penumpang AS
    Indonesia Gelar Konferensi Pembangunan Palestina II
    Pengebom Kapal Perang AS Tetap Pakai Pengacaranya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.