AS Desak Ukraina Gencatan Senjata dengan Oposisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan polisi anti huru hara menyerbu kamp demonstran di Independence Square, Kiev, Ukraina, (19/2). Bentrokan tersebut telah menewaskan 18 orang, dan sedikitnya 150 demonstran terluka. Sergei Supinsky/AFP/Getty Images

    Ribuan polisi anti huru hara menyerbu kamp demonstran di Independence Square, Kiev, Ukraina, (19/2). Bentrokan tersebut telah menewaskan 18 orang, dan sedikitnya 150 demonstran terluka. Sergei Supinsky/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Washington - Amerika Serikat, Rabu, 19 Februari 2014, mendesak pemerintah Ukraina untuk menarik polisi anti huru-hara dari Independence Square di Kiev serta menyerukan perdamaian dan berdialog dengan oposisi setelah sedikitnya 26 orang tewas dalam kekerasan terburuk sejak negara bagian Republik Soviet itu memperoleh kemerdekaan.

    Deputi Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Ben Rhodes mengatakan AS akan mempertimbangkan sanksi terhadap mereka yang bertanggung jawab atas terjadinya kasus kekerasan di Ukraina.

    Menggemakan pernyataan Menteri Luar Negeri AS John Kerry sebelumnya, Rhodes mengatakan Amerika Serikat sedang berkonsultasi dengan Uni Eropa tentang kemungkinan pemberian sanksi terhadap Ukraina.

    "Kami terus melihat perkembangan di sana dari dekat, termasuk yang kami percaya bertanggung jawab atas kekerasan, dan kami telah membuat jelas bahwa kami akan mempertimbangkan mengambil tindakan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas tindak kekerasan di Ukraina, termasuk dengan sanksi," kata Rhodes kepada wartawan.

    Dia mengatakan AS akan berbicara dengan negara-negara Eropa tentang situasi di Ukraina menjelang pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, Kamis, 20 Februari 2014.

    Para pejabat AS, yang sebelumnya telah mengatakan mereka enggan menjatuhi sanksi, lebih memilih mencari solusi diplomatik untuk krisis politik di Ukraina, yang meletus tahun lalu ketika Presiden Ukraina Viktor Yanukovich menolak kesepakatan perdagangan yang luas dengan Uni Eropa dan memilih menerima dana talangan US$ 15 miliar dari Rusia. Langkah Yanukovich ini memicu demonstrasi anti-pemerintah hingga kini.

    REUTERS | ABDUL MANAN

    BERITA LAINNYA
    Snowden Jadi Rektor-Mahasiswa Universitas Glasgow
    Gara-gara Film Korea, Pria Cina Diputus Kekasihnya
    Perkosa Gadis Remaja, Serdadu AS Bunuh Diri
    Wali Kota Rwanda Dihukum di Jerman karena Genosida
    Kerja di Kapal Pesiar, WNI Serang Penumpang AS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...