Indonesia Melatih 25 Polwan Afganistan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Resiko Kekerasan Terhadap Wanita di Afganistan

    Resiko Kekerasan Terhadap Wanita di Afganistan

    TEMPO.CO, Jakarta – Indonesia mengundang  25 polisi wanita asal Afganistan untuk menjalani pelatihan selama sebulan. Para polwan itu nantinya akan bertugas mengamankan pemilihan presiden Afganistan yang digelar pada 5 April mendatang.

    Pelatihan dibuka di Lembaga Pendidikan Polri, Ciputat, Tangerang, Rabu pagi, 19 Februari 2014. Selanjutnya, mereka akan dilatih di Akademi Kepolisian Semarang.

    Direktur Kerja Sama Teknik Kementerian Luar Negeri Indonesia, Siti Nugraha Mauludiah, mengatakan kerja sama itu dijalin secara trilateral dengan melibatkan Norwegia.

    “Kita punya serangkaian kerja sama pembangunan kapasitas dengan Afganistan, Norwegia menawarkan untuk memberikan bantuan,” kata Mauludiah--biasa disapa Nining--kepada Tempo di Jakarta, Rabu, 19 Februari 2014.

    Pelatihan bagi polisi wanita Afganistan itu bukanlah bantuan pertama yang diberi Indonesia. Selain melatih polwan Afganistan, Indonesia juga pernah melampas kemampuan polisi pria asal negeri itu.

    Sebelumnya, sejumlah pembangunan kemampuan warga Afganistan lewat pelatihan juga dilakukan baik secara bilateral maupun trilateral, antara lain di bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, penanggulangan bencana, usaha kecil-menengah (UKM), dan pemberdayaan masyarakat.

     “Afganistan adalah salah satu negara prioritas penerima bantuan pembangunan dari Indonesia,” kata Nining. Bantuan tersebut telah diberikan jauh sebelum dibentuknya Direktorat Bantuan Teknik di Kementerian Luar Negeru pada 2006.

    “Sebelumnya, bantuan disalurkan melalui kementerian yang lain,” kata Nining.

    NATALIA SANTI

    BERITA LAINNYA
    Baru Ketemu Risma, Wisnu Sudah Cerita Proyek
    Pesan Jokowi untuk Wali Kota Risma: Sabar ya, Bu...
    Hasil Lengkap Pertandingan Liga Champions  
    Curhat Wali Kota Risma kepada Elite PDIP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.