Wali Kota Rwanda Dihukum di Jerman karena Genosida

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemberontak M23 terlihat di Goma menuju jalan Rushuru saat mereka mencari anggota FDLR (Force Democratique de Liberation du Rwanda) di utara Goma, Selasa (27/11). AP/Jerome Delay

    Sejumlah pemberontak M23 terlihat di Goma menuju jalan Rushuru saat mereka mencari anggota FDLR (Force Democratique de Liberation du Rwanda) di utara Goma, Selasa (27/11). AP/Jerome Delay

    TEMPO.CO , Frankfurt: Pengadilan Jerman, Selasa 18 Februari 2014, menghukum seorang warga Rwanda dari etnis Hutu dengan 14 tahun penjara karena perannya dalam genosida (pemusnahan etnis) suku Tutsi di Rwanda pada tahun 1994. Ini mengakhiri sidang pertama di Jerman yang terkait dengan pembunuhan massal di Afrika Tengah.

    Onesphore Rwabukombe, yang telah tinggal di Jerman sejak tahun 2002, adalah walikota di utara Rwanda pada saat genosida terjadi di mana diperkirakan 800.000 orang tewas dalam 100 hari.

    Ketua majelis hakim di pengadilan Frankfurt mengatakan dalam putusannya bahwa sementara Rwabukombe tidak membunuh siapa pun, tapi ia mengawasi dan membantu pembunuhan setidaknya 450 pria, wanita dan anak-anak di kompleks gereja Kiziguro di Rwanda timur.

    Hakim Thomas Sagebiel menjelaskan adegan pembantaian itu yang dilakukan dengan parang, tongkat dan kapak, di mana Rwabukombe membantu mengarahkan, bahkan mengantarkan milisi itu ke lokasi pembantaian.

    Dalam dakwaannya, Jaksa berargumen bahwa Rwabukombe bertanggung jawab atas kematian lebih dari 3.730 orang Rwanda dan meminta ia dihukum seumur hidup atas kejahatannya itu.

    Rwabukombe, 56 tahun, menyangkal semua tuduhan tersebut. Pengacaranya mengatakan, mereka akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

    REUTERS | ABDUL MANAN

    BERITA LAINNYA
    Dubes Malaysia: Orang Indonesia Suka Akronim
    Polisi Geledah Stasiun TV yang Wawancarai Corby  
    Pasukan Suriah Raih Kemenangan di Hama  
    Umpankan Diri ke Macan, Pria Ini Selamat  
    Wanita Ini Jadi Pemred Wanita Pertama di Arab


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.