Uni Eropa Selidiki Langkah Spanyol Tembaki Imigran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal imigran gelap yang berlayar dari Tunisia menuju Lampedusa, Italia. Cbc.ca

    Kapal imigran gelap yang berlayar dari Tunisia menuju Lampedusa, Italia. Cbc.ca

    TEMPO.CO, Madrid - Para pejabat Uni Eropa mengatakan mereka akan meminta Spanyol untuk menjelaskan mengapa polisi menembaki para imigran yang mencoba berenang ke Ceuta, wilayah Spanyol. Negara ini mengakui terjadinya penembakan menggunakan peluru karet. Mereka juga mengatakan tidak ada yang terluka dalam insiden ini.

    Sedikitnya 14 orang tenggelam pada 6 Februari saat ratusan imigran berusaha masuk ke wilayah itu dari Maroko. Mereka sebagian besar berasal dari Afrika.

    Bersama Melilla, Ceuta adalah perbatasan Uni Eropa dengan Afrika. Keduanya terletak di sepanjang pantai Mediterania Maroko dan menjadi magnet bagi para imigran yang mencari kerja atau suaka ke Eropa. Kebanyakan yang menyusup berasal dari Eritrea dan Somalia. Belakangan, angka migran dari Suriah juga melonjak karena perang saudara.

    Komisaris Dalam Negeri Uni Eropa Cecilia Malmstrom mengatakan dirinya "sangat prihatin" tentang langkah polisi Spanyol itu. Ia menyatakan upaya perlindungan wilayah di perbatasan harus proporsional dan menghormati hak asasi manusia. "Saya mengharapkan klarifikasi dari pihak berwenang Spanyol," katanya.

    Pada hari Kamis, Menteri Dalam Negeri Spanyol berkeras penjaga pantai tidak menembak langsung penyusup. Peluru, katanya, juga tak ada yang mengenai tubuh mereka yang tenggelam.

    Insiden itu terjadi ketika penjaga perbatasan mulai mengejar imigran yang mencoba masuk ke Ceuta, dalam apa yang digambarkan surat kabar El Pais Spanyol sebagai "upaya pertama lintas batas ilegal tahun ini". Sekelompok orang tenggelam setelah mereka melarikan diri ke laut yang memisahkan wilayah itu dengan daratan Afrika. Mayat mereka kemudian ditemukan di sebuah pantai di Maroko. 

    Pada hari yang sama, Angkatan Laut Italia mengatakan telah menyelamatkan 1.123 pendatang dengan perahu karet dalam waktu 24 jam. Mereka dijemput sekitar 220 kilometer tenggara Lampedusa, wilayah Italia yang paling dekat ke Afrika Utara.

    Italia dan Spanyol telah berulang kali meminta bantuan dari negara-negara Uni Eropa lainnya untuk menangani masuknya migran gelap dari Afrika.

    BBC | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.