Boikot Valentine, Jomblo Cina Borong Tiket Bioskop  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Jeffrey McWhorter

    AP/Jeffrey McWhorter

    TEMPO.CO, Shanghai – Hari Valentine menjadi salah satu hari yang paling dinanti oleh banyak pasangan di seluruh dunia. Namun bagi sebagian jomblo, hari ini menjadi hari yang sangat menyebalkan.

    Sebagai aksi "protes" terhadap Hari Valentine, sekelompok jomblo menggalang dana lewat sebuah situs Internet untuk membeli semua kursi bernomor ganjil di sebuah bioskop di pusat perbelanjaan Xintiandi, Kota Shanghai.

    Diberitakan Shanghai Morning Post, yang kemudian dikutip South China Morning Post, hal ini membuat pasangan yang ingin merayakan Hari Valentine dengan menonton bioskop tidak bisa duduk bersebelahan. Mereka harus duduk terpisah untuk menyaksikan film berjudul Beijing Love Story yang diputar Jumat malam, 14 Februari 2014, di bioskop tersebut.

    Salah satu pengguna yang menggalang aksi ini menuliskan, “Ingin melihat film di Hari Valentine? Maaf, Anda harus duduk terpisah. Duduk berjauhan akan membuat cinta kalian semakin membara. Beri kami (para jomblo) kesempatan.”

    Komentar tersebut dituliskan oleh seorang pria yang hanya diketahui bernama UP. Ia mengaku sebagai seorang maniak komputer yang putus dari kekasihnya pada tahun lalu.

    Aksi ini menuai banyak komentar warga Cina di media sosial. Banyak yang kemudian menyebut aksi ini “mengagumkan”. “Ini cara yang bagus untuk mengganggu musuh,” demikian canda salah satu pengguna blog yang juga jomblo.

    ANINGTIAS JATMIKA | SCMP

    Berita Lain:

    Singapura: Marinir Pembunuh Tak Harus Dihormati
    Singapura Tetap Minta Nama KRI Usman Harun Diganti  
    1.000 Kerangka Ditemukan di Kampus di AS 


    Ali Khamenei Ajak Mahasiswa Siapkan 'Perang Cyber'   

    Apes dalam Ajang Olimpiade Gara-gara Celana Melorot



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.