Korban Balas Dendam, Biksu Thailand Mati Ditembak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Pattani – Pemberontak muslim di Thailand diduga kuat menjadi dalang aksi penembakan di Pattani yang menewaskan empat orang, termasuk seorang biksu Buddha dan bocah 9 tahun pada Kamis, 13 Februari 2014. Polisi menduga balas dendam menjadi motif serangan ini.

    “Ini adalah serangan balas dendam,” kata Kepala Polisi Pattani Phot Suaysuwan kepada Reuters. Aksi balas dendam ini dilakukan karena kematian tiga kakak-beradik dari komunitas muslim setempat pada pekan lalu.

    Ketiga kakak beradik yang masih berusia 3, 5, dan 9 tahun ini ditembak mati di depan rumah mereka di Provinsi Narathiwat, yang tak jauh dari Pattani. Kelompok muslim menuduh aksi ini dilakukan oleh umat Buddha.

    Sebagian besar warga Thailand memang beragama Buddha. Namun tiga provinsi di bagian selatan yang berbatasan dengan Malaysia, seperti Pattani, Yala, dan Narathiwat mayoritas penganut Islam. Memang, konflik sektarian sudah sejak lama menghantui kawasan ini.

    Sementara itu, dari hasil penyelidikan sementara, diketahui penembakan dilakukan empat pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor. Mereka menembak secara brutal ke arah biksu yang tengah mengumpulkan sedekah di Distrik Mae Lan, Pattani.

    Tak hanya mengenai biksu, tembakan itu juga menewaskan tiga orang, yakni bocah 9 tahun dan dua orang perempuan. Selain itu, tujuh orang lainnya, termasuk polisi yang mengawal sang biksu, mengalami luka-luka. 

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Berita Terpopuler
    Injak Kepala Orang, Ustad Hariri Menyesal  
    Tak Hanya Alphard Kado Adik Atut ke Jennifer Dunn
    Ustad Hariri Sibuk Ceramah Setelah Video Beredar
    Video Hariri di YouTube Ada Adegan yang Hilang  
    Status Gunung Kelud Menjadi Awas  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.