Menteri Singapura Kecewa Reaksi Politikus Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Formasi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) TNI-AL saat latihan gabungan TNI di perairan Makasar. TEMPO/Amston Probel

    Formasi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) TNI-AL saat latihan gabungan TNI di perairan Makasar. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Singapura - Dalam posting di Facebook terpisah, Menteri Sosial dan Pembangunan Keluarga Chan Chun Sing dan Pelaksana Tugas Menteri Tenaga Kerja Tan Chuan-Jin menyesalkan sikap Indonesia yang memberi nama kapal perangnya KRI Usman Harun. Sebab, dua orang itu adalah pelaku pengeboman di gedung MacDonald, Singapura, pada 1965.

    "Saya kecewa dengan keputusan Indonesia untuk menamai kapal perang baru mereka dengan nama dua marinir terpidana. Saya juga kecewa dengan reaksi dari para pemimpin Indonesia yang telah berbicara tentang masalah ini sejauh ini," katanya, seperti dilansir media Singapura, Straits Times. "Pernyataan itu mencerminkan kurangnya sikap sensitif, kurangnya kepedulian untuk menjaga hubungan bilateral, atau keduanya."

    Menurut Chun Sing, hubungan dua negara ini dengan hati-hati dibangun selama bertahun-tahun. Meskipun ada episode gelap era konfrontasi dan pengeboman gedung MacDonald, pemimpin kedua negara, yaitu Lee Kuan Yew dan Soeharto, menunjukkan kenegarawanan yang bagus untuk menutup periode sulit itu dan bekerja sama untuk mengantar ke era baru dalam kerja sama saling menguntungkan.

    "Saya berharap generasi baru pemimpin Indonesia akan menampilkan kebijaksanaan dan kepemimpinan yang sama untuk menempatkan hubungan bilateral di atas semua yang kita lakukan. Dan tidak melakukan apa pun untuk membuka kembali luka lama dan menyakiti hubungan yang dibangun begitu hati-hati ini," kata Chun Sing.

    "Saya berteman dengan banyak orang Indonesia selama bertahun-tahun, terutama selama saya bertugas dua tahun sebagai atase militer di Jakarta. Indonesia telah menunjukkan kepada saya bahwa mereka mampu menghargai kepekaan dalam hubungan. Karena itu, saya kecewa dengan episode ini. Saya berharap para pemimpin Indonesia tidak akan mengorbankan hubungan bilateral kita yang telah dibangun dengan hati-hati demi politik dalam negeri atau kecerobohan," ujarnya.

    Tan Chuan-Jin, dalam posting di Facebook-nya, menceritakan soal kasus pengeboman di MacDonald yang menewaskan tiga orang warga Singapura. Dua pelaku itu, kata dia, dihukum gantung di Singapura, tapi dijadikan pahlawan oleh Indonesia, dan kini namanya diabadikan sebagai nama kapal perang.

    "Ini adalah salah satu hal yang perlu diingat bahwa pahlawan Anda adalah dari perang kemerdekaan Anda atau mereka yang telah membangun bangsa Anda. Namun sama sekali berbeda ketika Anda merayakan mereka yang telah bertindak secara brutal dan pengecut. Tidak ada yang heroik dari membunuh warga sipil tak berdosa," kata Chuan-Jin.

    "Negara tetangga kami telah bersikeras bahwa itu adalah hak mereka untuk memberi nama kapal yang mereka anggap cocok. Itu mungkin begitu. Namun juga hak kita untuk menyatakan dengan tegas bahwa tindakan ini sangat mencerminkan sikap tak berperasaan dan tidak hormat," ujarnya.

    Chuan Jin mengatakan, "Sebagai tetangga dan sahabat, kita bisa dan harus memaafkan. Namun dengan penamaan kapal ini, pesannya jelas. Kita juga tidak boleh lupa."

    STRAITS TIMES | ONEASIA | ABDUL MANAN

    Berita Lainnya: 
    Moeldoko: Penamaan KRI Usman Harun Tradisi TNI AL
    Anggota DPR: Jangan Lembek Hadapi Singapura
    Panas Dingin Hubungan RI-Singapura


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.