Alasan Kazakhstan Ingin Ganti Nama Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kota Astana, Kazakhstan (Foto: kondor-tour.kz)

    Kota Astana, Kazakhstan (Foto: kondor-tour.kz)

    TEMPO.CO, Astana - Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev, mengeluarkan ide yang cukup mengejutkan rakyatnya. Dia mengusulkan pergantian nama negara di Asia Tengah itu dari Kazahktasn menjadi Kazakh Eli. Dilansir Reuters, Sabtu, 8 Februari 2014, nama Kazakh Eli memiliki arti 'Negeri Orang Kazak' dan tidak menggunakan embel-embel 'stan' lagi.

    "Tapi sebelum itu, tentu kami akan membahasnya bersama rakyat," kata Nazarbayez. Tujuan pergantian nama itu disebabkan citra negara yang lekat dengan kemiskinan dan ketidakmampuan. Soalnya, kesan itu sudah melekat sejak negara pecahan Uni Soviet pertama kali merdeka pada 1991. Padahal, negara itu memiliki sumber daya alam berupa minyak bumi yang melimpah.

    Selain itu, Kazakstan juga memiliki luas negara terbesar ke-9 di dunia. Perekonomian mereka pun terus tumbuh dan menjadi yang terbaik di antaran negara-negara 'Stan' lainnya, yakni Uzbekistan, Tukrmenistan, dan Kirgistan. "Jadi kami mungkin saja mengubah nama itu menjadi Kazakh Eli," kata Nazarbayez.

    Presiden berusia 73 tahun itu membandingkan Kazakhstan dengan tetangganya di sebelah Barat, yakni Mongolia. Menurut dia, wisatawan lebih banyak berkunjung ke Mongolia ketimbang ke negaranya. "Mongolia cuma berpenduduk dua juta jiwa lebih menarik karena tidak ada kata 'Stan' dibelakangnya," ujar dia.

    Nazarbayev, yang sudah berkuasa selama 20 tahun itu, memang berhasil memajukan Kazakhstan selama kepemimpinannya. Reformasi ekonomi yang dicanangkan membuahkan hasil dan bisa menarik investor luar negeri. Sebagian besar kekayaan negeri itu diperoleh dari hasil minyak bumi yang harganya terus meroket.

    Pada 1997, dia memindahkan ibu kota negara itu dari Almaty di kawasan selatan ke Akmola di bagian utara yang awalnya cuma berupa padang rumput sabana. Setahun kemudian dia mengganti nama ibu kota yang baru menjadi Astana, yang dalam bahasa Turki berarti 'ibu kota'.

    Hanya saja, Nazarbayez yang dua dekade berkuasa tidak pernah sekali pun menggelar pemilihan umum presiden. Dia pun menyatakan akan terus memimpin negeri itu selama kesehatannya memungkinkan. Bekas pandai besi itu juga masih begitu populer di mata rakyatnya. Tapi dia berjanji akan menunjuk suksesornya sebelum mengundurkan diri.

    REUTERS | BBC | DIMAS SIREGAR

    Berita Lain:
    MPR: Soal Usman Harun, Singapura Keterlaluan!
    Ikuti Keyakinan Jonas, Asmirandah Ingin Bahagia
    Hakim PK MA Bebaskan Dokter Ayu
    Dicari KPK, Staf Atut Ngumpet di Hotel
    Pengelolaan Dana Haji Rp 80 Triliun Menyimpang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.