AS Tuding Rusia Sadap Telepon Diplomatnya di Kiev  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Imam Yunni

    TEMPO/ Imam Yunni

    TEMPO.CO, Washington - Telepon dua diplomat Amerika Serikat di Kiev tentang sikap Eropa di Ukraina disadap dan diunggah ke Internet. Gedung Putih menuding Rusia berada di belakang aksi ini.

    Sambungan telepon antara Victoria Nuland, Wakil Menteri Luar Negeri Amerika untuk Urusan Eropa dan Eurasia, dan Geoffrey Pyatt, Duta Besar Amerika untuk Ukraina, terjadi saat pemerintahan Obama di Kiev bekerja sama dengan Eropa untuk menengahi kesepakatan perihal pembagian kekuasaan antara pemerintah Ukraina, yang pro-Moskow, dan demonstran, yang pro-Uni Eropa.

    Rusia menuduh Amerika Serikat mencampuri urusan Ukraina di wilayah perbatasannya. Namun pengunjuk rasa anti-pemerintah Ukraina mencela Rusia karena dinilai berusaha menggagalkan hubungan yang lebih dekat antara Kiev dan Eropa.

    Asisten Wakil Perdana Menteri Rusia, Dmitry Rogozin, dalam cuitannya di Twitter menyatakan suara perempuan dalam percakapan telepon yang dibocorkan lewat YouTube itu adalahmilik Nuland.

    Dalam rekaman itu, Pyatt berbicara kepada Nuland tentang masalah posisi Uni Eropa dan penilaian mereka terhadap Ukraina. Nuland terdengar mengucapkan, "F**ck Uni Eropa."

    Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Jen Psaki tidak membantah keaslian rekaman tersebut. Ia juga mengatakan Nuland telah meminta maaf kepada para pejabat Uni Eropa atas komentarnya. Amerika menyatakan Rusia mungkin mempublikasikan percakapan tersebut untuk menguatkan klaim mereka bahwa AS sedang tidak jujur dalam berurusan dengan pihak-pihak di Ukraina.

    Video YouTube itu diunggah pada 4 Februari 2014 dengan judul Boneka Tali dari Maidan dalam bahasa Rusia. Maidan adalah nama alun-alun di ibu kota Ukraina, Kiev. "Sejak video itu pertama kali diketahui dan dicuitkan oleh pemerintah Rusia, saya pikir itu menandakan adanya peran Rusia di sini," kata juru bicara Gedung Putih, Jay Carney.

    USA TODAY | TRIP B

    Terpopuler


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.