Tenangkan Barat, Iran Siap Modifikasi Reaktor Arak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proyek reaktor air berat, di Teheran, Iran. REUTERS/ISNA/HANDOUT

    Proyek reaktor air berat, di Teheran, Iran. REUTERS/ISNA/HANDOUT

    TEMPO.CO , Dubai: Iran siap memodifikasi reaktor air berat yang sedianya akan dibangun di Arak, untuk membantu meredakan kekhawatiran sejumlah negara Barat. Pernyataan Ali Akbar Salehi, Kepala Badan Energi Atom Iran ini mungkin merupakan sinyal kesiapan Teheran untuk berkompromi pada isu yang sulit ini.

    Negara-negara Barat, yang mempersiapkan negosiasi dengan Iran untuk kesepakatan jangka panjang, menetapkan ruang lingkup program nuklirnya yang disengketakan, dan mereka khawatir reaktor Arak bisa memberikan pasokan plutonium -salah satu dari dua bahan, bersama dengan uranium, yang dapat digunakan untuk membentuk inti senjata nuklir- begitu dioperasionalkan.

    Republik Islam Iran mengatakan reaktor itu dirancang untuk memproduksi isotop untuk perawatan medis, dan membantah bahwa aktivitas nuklirnya itu ditujukan untuk mengembangkan bom.

    Masa depan dari situs nuklir itu, yang berada di dekat Kota Arak , sekitar 250 km barat daya dari ibukota, Teheran, diprediksi dapat menjadi salah satu masalah yang paling sulit untuk diselesaikan dalam negosiasi kesepakatan nuklir jangka panjang dengan Iran, yang sedianya akan dimulai lagi pada 18 Februari mendatang.

    Dalam sebuah wawancara dengan TV pemerintah Iran, Press TV, Ali Akbar Salehi mengatakan, ia tidak percaya kekhawatiran negara Barat atas Arak itu murni, dan menyebutnya sebagai "api palsu" yang digunakan untuk menempatkan Iran di bawah tekanan politik .

    Namun dia menambahkan: "Kami bisa melakukan beberapa perubahan desain ... untuk menghasilkan lebih sedikit plutonium dalam reaktor ini, dan dengan cara ini bisa menghilangkan kekhawatiran dan mengurangi keprihatinan." Namun tidak menjelaskan lebih lanjut soal rencananya itu.

    Reaktor air berat, yang dihidupi oleh uranium alami daripada uranium yang diperkaya yang digunakan dalam reaktor air ringan, dilihat sangat cocok untuk menghasilkan plutonium. Untuk melakukannya, bagaimanapun, pabrik pengolahan nuklir juga diperlukan untuk mengekstrak plutonium. Iran tidak diketahui memiliki fasilitas tersebut dan mengatakan tidak berniat membangunnya.

    Nasib reaktor nuklir Arak adalah titik mencuat besar dalam pembicaraan nuklir Iran dengan enam negara kekuatan dunia, November 2013 lalu, yang melahirkan kesepakatan penting untuk mengekang program nuklir Iran dalam kesepakatan selama enam bulan. Sebagai gantinya, negara-negara dunia melonggarkan sanksi terhadap Iran.

    Berdasarkan kesepakatan 24 November 2013, Iran berjanji untuk tidak menginstal komponen reaktor tambahan atau menghasilkan bahan bakar untuk reaktor selama periode enam bulan dari berlakunya kesepakatan itu, bulan lalu.

    Para pejabat AS memperjelas bahwa reaktor itu harus ditangani di bawah setiap penyelesaian akhir soal nuklir Iran dengan negara dunia. "Mereka tidak perlu reaktor air berat di Arak untuk memiliki program nuklir untuk tujuan damai," kata Wendy Sherman, Wakil Menlu AS untuk Urusan Politik, kepada anggota parlemen di Washington, Selasa 4 Februari 2014.

    Sherman juga mempertanyakan kebutuhan Iran untuk memiliki pembangkit nuklir lain, yaitu sebuah situs pengayaan uranium di bawah tanah di Fordow.

    Komentar Sherman ini memicu kemarahan dari Iran. Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif mengatakan, teknologi atom-nya tak bisa ditawar-tawar.

    Hampir 200 legislator Iran menyebut pernyataan Sherman itu sebagai serangan dan menandatangani pernyataan yang mendesak pemerintah Iran memberikan reaksi keras.

    REUTERS | ABDUL MANAN

    Berita Terkait:
    Clinton: Saatnya Jalan Diplomasi Atasi Nuklir Iran
    Uni Eropa dan AS Hapus Beberapa Sanksi untuk Iran
    Iran Mulai Hentikan Pengayaan Uranium Nuklirnya
    Barack Obama Minta Tak Ada Sanksi Baru untuk Iran
    Mulai 20 Januari, Sanksi Atas Iran Diperlonggar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.