Jepang Butuh 50 Ribu Pekerja Asing  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Jepang mengibarkan bendera Negaranya saat menyambut gembira Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, (8/9). (AP Photo/Greg Baker)

    Warga Jepang mengibarkan bendera Negaranya saat menyambut gembira Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, (8/9). (AP Photo/Greg Baker)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Jepang menyatakan salah satu elemen strategis bagi pertumbuhan ekonomi domestik adalah membuka pintu lebih luas bagi pekerja asing yang ingin bekerja di negara tersebut. Seorang sumber di pemerintahan mengatakan minat investor asing masih tinggi terhadap Jepang. Namun, investor juga ingin melihat bagaimana negara ini mengatasi jumlah angkatan kerja yang mulai menua.

    Meskipun Jepang ingin membuka pintu lebih luas bagi pekerja asing, hal ini tidaklah mudah. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, menurut sumber tersebut, tengah dalam proses membuat perubahan kebijakan dan akan berhati-hati mengumumkan perihal pekerja asing tersebut. Pemerintah Jepang disebut akan mengizinkan "secara bertahap dan tenang" lebih banyak pekerja asing dengan keterampilan teknis tingkat rendah hingga menengah untuk bekerja di negara ini.

    Langkah pertama yang mungkin akan dilakukan adalah memasukkan pekerja asing lebih banyak untuk bidang konstruksi, di mana jumlah masyarakat Jepang dengan keterampilan dalam industri ini telah menurun. Tercatat pada 1997 angka pekerja domestik dengan kemampuan konstruksi telah menurun sebanyak satu juta orang dari sebelumnya berjumlah 4,5 juta orang.

    Padahal, Jepang sedang membutuhkan banyak pekerja di bidang konstruksi bangunan untuk melaksanakan pekerjaan rekonstruksi di wilayah Tohoku, yang dilanda gempa bumi besar pada 2011. Pekerja konstruksi juga dibutuhkan untuk persiapan penyelenggaraan olimpiade di Tokyo pada 2020.

    "Diperkirakan butuh 40 ribu sampai 50 ribu pekerja asing," kata seorang pejabat senior di Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang, seperti dilansir Japan Daily Press, Kamis, 6 Februari 2014.

    Industri lain yang membutuhkan banyak pekerja asing adalah bidang keperawatan. Saat ini Jepang sudah memiliki perjanjian kemitraan ekonomi dengan Indonesia dan Filipina, di mana Jepang menerima 1.000 perawat untuk diberikan pelatihan. Cepatnya pertumbuhan angka penduduk berusia lanjut menjadikan masalah keperawatan sebagai hal penting di masa depan.

    JAPAN DAILY PRESS | ROSALINA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.