Rabu, 14 November 2018

Tragedi di Balik Penamaan KRI Usman Harun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa (kanan) menerima Menteri Luar Negeri Singapura, K. Shanmugam dalam pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation antara Republik Indonesia dan Singapura di Hotel Grand Hyatt, Yogyakarta, Rabu (24/10). TEMPO/Suryo Wibowo

    Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa (kanan) menerima Menteri Luar Negeri Singapura, K. Shanmugam dalam pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation antara Republik Indonesia dan Singapura di Hotel Grand Hyatt, Yogyakarta, Rabu (24/10). TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.COSingapura – Keprihatinan Singapura terhadap penamaan kapal milik Angkatan Laut Indonesia berawal dari Konfrontasi Malaysia atau yang lebih dikenal dengan Konfrontasi saja, tulis laman Straits Times. Konfrontasi yang terjadi pada 1962-1966 ditengarai terkait dengan masalah penentuan masa depan Malaya, Brunei, Sabah, dan Serawak.

    Saat itu, Federasi Malaysia--atau yang lebih dikenal sebagai Persekutuan Tanah Melayu--akan menggabungkan keempat wilayah tersebut ke dalam Federasi Malaysia. Namun, keinginan ini ditentang oleh Presiden Soekarno.

    Menurut Soekarno, hal ini hanya akan membuat Malaysia menjadi negara boneka untuk Inggris yang berpotensi mengancam kedaulatan Indonesia. (Baca: Singapura Protes Nama KRI Usman Harun)

    Dari situlah konflik keduanya dimulai hingga akhirnya dua anggota KKO (Komando Korps Operasi, sekarang Marinir) melakukan pengeboman di MacDonald House di Orchard Road, Singapura, pada  10 Maret 1965 yang menewaskan tiga orang dan melukai 33 orang

    Dua marinir, yakni Usman Haji Mohamed Ali dan Harun Said, akhirnya dieksekusi di Singapura pada 17 Oktober 1968. Gabungan nama keduanyalah yang kemudian dipilih untuk menjadi nama kapal baru milik TNI Angkatan Laut, yaitu KRI Usman Harun.

    Bagi Indonesia, tentu keduanya dianggap sebagai pahlawan. Namun, tidak dengan Singapura. Menurut Menteri Luar Negeri Singapura, K. Shanmugam, penamaan ini justru akan melukai perasaan rakyat Singapura, terutama keluarga korban dalam peristiwa pengeboman.


    ANINGTIAS JATMIKA | STRAITS TIMES

    Berita Lain:
    Bill dan Hurley Bercinta di Samping Kamar Hillary 
    Musikus Ini Menipu Penggemarnya Selama 18 Tahun
    Ini Model yang Diduga Selingkuhan Bill Clinton
    Bill Clinton Dituding Selingkuh Lagi 
    Vatikan Diminta Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.