Buku Harian Itu Ubah Nasib Shandra Woworuntu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shandra Woworuntu. facebook.com

    Shandra Woworuntu. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Shandra Woworuntu tak pernah mengira buku harian yang selama ini menjadi temannya dalam duka sangat menolongnya keluar dari lingkaran hitam perbudakan seks di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Buku itulah yang akhirnya membuat Biro Investigasi Federal bergerak menggulung sindikat perdagangan manusia di New York.

    Menurut Shandra, semula polisi tak bergerak ketika Shandra melaporkan soal kasus perbudakan seks yang dialaminya. Namun, ketika Shandra menyerahkan buku hariannya kepada mereka, FBI mulai bergerak. “ Polisi awalnya tak mau memantu. Saya ke KJRI New York juga tak dipercaya,“ kata Shandra, dalam wawancaranya dengan Voice of America, Ahad 2 Februari 2014.(baca:  Kisah Shandra Woworuntu, WNI Jadi Korban Perbudakan Seks di Amerika)

    Berbekal buku dan kesaksian Shandra, FBI bergerak cepat. Tiga kepala sindikat–-termasuk seorang warga Indonesia yang disebut-sebut Shandra--ditangkap FBI. Puluhan perempuan, remaja dan perempuan dewasa yang jadi korban sindikat itu dari banyak negara akhirnya berhasil dibebaskan. Mereka disekap di rumah-rumah bordil, di pusat-pusat kota tersibuk di New York.  Beberapa di antara mereka malah ada warga Indonesia, yang kebanyakan masih remaja.

    Shandra tak mengira catatan-catatan dalam buku harian itu menuntunnya ke arah perubahan nasib saat ini. “Waktu itu saya enggak sampai ke sana,” ujarnya. Menurut dia, ini semacam kebetulan. “Saya sampaikan ke polisi agar saya bisa membantu menyelamatkan dua teman saya--yang juga warga negara Indonesia dan masih belum bisa kabur," ujarnya.

    Menurut Shandra, sebelum ia berhasil melarikan diri, ia sudah berjanji kepada kawan-kawannya yang ada di dalam akan kembali membebaskan mereka. “Janji itu terngiang-ngiang terus waktu saya di polisi. Target saya waktu itu hanya untuk menyelamatkan kawan-kawan ini," ujarnya.

    WDA | MARIA HASUGIAN | VOA | BUSINESS INSIDER


    Berita terkait
    WNI Jadi Budak Seks di AS Akibat Minim Regulasi
    WNI Jadi Korban Perbudakan di Amerika


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.