Rusuh Pemilu Thailand, Wartawan Jadi Korban  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur seorang massa anti pemerintah saat terjadi bentrokan kecil dengan massa pro-pemerintah saat hari pelaksanaan Pemilu di Bangkok, Thailand (2/2). REUTERS/Nir Elias

    Gestur seorang massa anti pemerintah saat terjadi bentrokan kecil dengan massa pro-pemerintah saat hari pelaksanaan Pemilu di Bangkok, Thailand (2/2). REUTERS/Nir Elias

    TEMPO.COBangkok – Meski pemilihan umum Thailand akhirnya berjalan sesuai jadwal, sejumlah kekerasan mewarnai pesta demokrasi tersebut. Sejumlah orang, bahkan wartawan, turut menjadi korban dalam bentrokan yang digencarkan pada demonstran.

    Seorang wartawan asal Amerika, James Nachtwey, harus merelakan kakinya terkena timah panas tapi tidak mengalami luka serius. “Saya menganggap diri saya masih beruntung,” katanya kepada Wall Street Journal yang dikutip oleh BBC.

    Pada Sabtu, 1 Februari 2014 kemarin, sejumlah pengunjuk rasa anti-pemerintah telah memblokir gedung dan melepaskan tembakan dengan pistol dan senapan hingga membuat sejumlah wartawan dan orang yang lewat melarikan diri untuk berlindung selama baku tembak selama sekitar 30 menit.

    Bentrokan ini juga membuat sejumlah demonstran pro-pemerintah menderita cedera lantaran tembakan dari demonstran anti-pemerintahan.

    Pemilu Thailand telah dimulai sejak pukul 08.00 hari ini. Lebih dari 48 juta pemilih akan menggunakan hak suaranya di lebih dari 90 ribu tempat pemilihan umum.

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Berita Lainnya:
    Pemilu Thailand Akhirnya Berlangsung Hari Ini
    Tiga Tewas Akibat Bom Mobil di Hermel, Libanon
    Isu Selingkuh, Obama dan Michelle Tidur Terpisah
    Penyelam dari Tim Evakuasi Costa Concordia Tewas
    Jurnalis Ini Pilih Mesin Tik Ketimbang Ipad


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.