Filipina Perketat Pengawasan Masuknya Militan Muslim Asing Pasca Penangkapan Tiga WNI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Manila:Pihak imigrasi kini mulai memperketat pengawasan terhadap masuknya militan muslim dari negara lain di luar Filipina. Mengenai penahanan tiga warga Indonesia (WNI), Presiden Filipina Gloria Arroyo, dalam suatu wawancara dengan radio lokal, mengatakan bahwa ketiga WNI itu diduga terlibat jaringan Jemaah Islamiyah yang memiliki hubungan dengan Al-Qaidah. “Kita semakin ketat sehubungan dengan masuknya beberapa warga negara asing disini yang kami duga mungkin datang dari Afghanistan dan negara-negara lainnya,” kata Arroyo seperti di kutip AFP. Tiga WNI, Agus Dwikarna, Tamsil Linrung and Abdul Jammal Balsas, ditangkap di Bandara Internasional Ninoy Aquino di Manila minggu lalu. Mereka dituduh membawa komponen bahan peledak dan pelanggaran keimigrasian. Sebelumnya WNI lainnya, Fathur Rahman al-Ghozi, ditahan oleh Kepolisian Filipina pada pertengahan Januari lalu karena membawa satu ton bahan peledak dan diduga terkait dengan peristiwa pemboman yang menewaskan banyak orang di Filipina pada tahun 2000. (AFP/Martua Manullang-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.