Selasa, 17 September 2019

Pria Bersenjata Serang Gereja Nigeria, 99 Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan yang hancur akibat ledakan di gereja Katolik St. Theresa di Madalla, Suleja, Nigeria. REUTERS/Afolabi Sotunde

    Kendaraan yang hancur akibat ledakan di gereja Katolik St. Theresa di Madalla, Suleja, Nigeria. REUTERS/Afolabi Sotunde

    TEMPO.CO, Borno - Menggunakan bahan peledak dan senjata berat, sejumlah pejuang muslim menyerang sebuah desa dan gereja jemaat Kristen di timur laut Nigeria, Ahad pagi, 26 Januari 2014, waktu setempat. Peristiwa itu menewaskan sedikitnya 99 orang dan menyebabkan ratusan rumah rata dengan tanah.

    Menurut petugas keamanan, serangan mematikan itu berlangsung di Borno dan negara bagian Adamwa. "Serangan yang dilakukan pejuang muslim ini menelan korban jiwa terbanyak," ujarnya.

    Dalam aksi penyerbuan ke Desa Kawuri di Borno, kata dia, para penyerang menggunakan bahan peledak setelah melancarkan serangan di dekat pasar mingguan yang menyediakan kebutuhan acara Minggu.

    Dia mengatakan 52 orang tewas dan 300 rumah di desa tersebut hangus terbakar. "Dua alat peledak yang ditinggalkan penyerang pada Senin pagi (waktu setempat) nyaris hilang saat petugas sibuk mencari mayat di Kawuri."

    Petugas mengutuk serangan yang diduga dilakukan pejuang Boko Haram, sebuah kelompok bersenjata yang ingin menegakkan syariah Islam di Nigeria.

    Salah seorang pejabat kepolisian membenarkan bahwa korban tewas dalam serangan di Kawuri mencapai 52 dan 16 lainnya luka-luka.

    Ari Kolomi, salah seorang korban selamat yang melarikan diri dari desanya berjarak 70 kilometer dari Maiduguri, ibu kota Borno, mengatakan, "Tidak ada rumah yang bisa berdiri tegak akibat serangan yang dilakukan oleh lebih-kurang 50 pria besenjatakan alat peledak dan senjata berat."

    Kepala Kepolisian Nigeria Lawan Tanko membenarkan telah terjadi serangan, tapi dia menunggu rincian jumlah korban tewas.

    Serangan lainnya juga dilakukan para pejuang di negara bagian Adamawa terhadap gereja yang sedang melangsungkan peribadatan di Desa Wada Chakawa, Ahad pagi, 26 Januari 2014, waktu setempat,

    Juru bicara Reverent Raymond Danbouye dari jemaat Katolik mengatakan para penyerang menggunakan senjata api dan bahan peledak. "Sekitar 20-an orang tewas dan terbakar akibat serangan Ahad pagi," ucapnya.

    Pejabat setempat, Maina Ularamu, mengatakan petugas menemukan 45 mayat, termasuk dua polisi. Dia menyerukan agar warga tetap tenang. "Saya percaya petugas keamanan sanggup mengamankan situasi."

    Anggota Boko Haram diduga kuat sebagai pelaku serangan itu. "Mereka juga menyandera warga setelah mengepung desa selama lima jam," ujar warga setempat. Warga desa lainnya, Moses Apogu, mengatakan, "Mereka menggunakan bahan peledak saat menyerang jemaat. Akibat serangan tersebut, banyak yang tewas."

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.