Setengah Pasukan Keamanan Afganistan Buta Huruf  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Peter Andrews

    REUTERS/Peter Andrews

    TEMPO.COKabul – Bantuan senilai US$ 200 juta diberikan Amerika Serikat untuk memberantas buta huruf yang dialami oleh pasukan keamanan Afganistan. Menurut data, hanya separuh polisi dan tentara di negara itu yang bisa membaca dan menulis.

    Ini berarti puluhan ribu orang di garis depan pertempuran melawan Taliban tidak dapat membaca atau mempersiapkan catatan tentang musuh mereka, mengisi pesanan untuk persediaan dan amunisi, atau mengirim laporan tertulis dari pertempuran ke markas.

    Untuk itu, hampir 400 ribu tentara dan polisi telah menghadiri beberapa bentuk kelas keaksaraan yang didanai oleh NATO atau AS.

    "Para pejabat Komando bertanggung jawab untuk program pelatihan keaksaraan. Pada Februari 2013, tentara buta huruf diperkirakan mencapai setengah dari seluruh tentara,” kata inspektur jenderal khusus untuk Afghanistan, seperti dikutip dari The Guardian.

    Kementerian Pendidikan Afganistan memperkirakan hanya sekitar sepertiga dari semua warga Afghanistan dapat membaca dan menulis. Sementara itu, pasukan keamanan umumnya berasal dari keluarga miskin yang tentunya tidak mengenyam pendidikan. Hanya satu dari 10 bisa membaca atau menulis.

    Karena keaksaraan sangat penting untuk militer modern atau kepolisian, pada lima tahun lalu, AS memutuskan untuk menambah kelas pelatihan dasar. Kelas ini dibuka untuk memastikan semua pasukan baru dapat berhitung, menulis nama mereka sendiri, dan membaca kata-kata dasar pada 2014.

    Pelatihan ini diharapkan akan membuat pasukan keamanan lebih mampu memahami hak asasi dan aturan hukum, mampu membaca penjelasan peralatan dan senjata, mampu melengkapi dokumen, dan mampu menghindari praktek korupsi dengan melacak gaji mereka sendiri.

    ANINGTIAS JATMIKA | THE GUARDIAN

    Topik Terhangat
    Banjir Jakarta | Cipularang Ambles | Pemilu Serentak | Jokowi Nyapres | Gempa Kebumen

    Berita Terpopuler
    Rumah Airin Digeledah KPK, Empat Brimob Berjaga 
    Bupati Bogor: Pak Jokowi, Tak Selalu Uang dan Uang
    Soal Banjir Jakarta, Ini 3 Janji Bupati Bogor kepada Jokowi
    Jokowi dan Bupati Bogor Kompak, Ini Hasilnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.