Jumlah Korban Badai Lingling di Filipina Meningkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kapal terdampar akibat di terjang Topan Haiyan bersama puing-puing rumah warga di Tacloban, Filipina, (7/12). Lokasi hancurnya kota ini dijadikan sebagai tempat untuk foto pernikahan oleh pasangan Riza dengan Earvin Nierva. (AP Photo/Aaron Favila)

    Sebuah kapal terdampar akibat di terjang Topan Haiyan bersama puing-puing rumah warga di Tacloban, Filipina, (7/12). Lokasi hancurnya kota ini dijadikan sebagai tempat untuk foto pernikahan oleh pasangan Riza dengan Earvin Nierva. (AP Photo/Aaron Favila)

    TEMPO.CO, Manila – Jumlah korban tewas akibat longsor dan banjir di Filipina bagian selatan akibat badai Lingling meningkat menjadi 56 orang. Jumlah ini disamaikan oleh Dewan Pengelolaan Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) pada Jumat, 24 Januari 2014.

    Adapun, seperti dikutip dari Xinhua, jumlah korban yang dilaporkan hilang mencapai 10 orang, sementara sebanyak 83 orang mengalami luka-luka.

    Badai tropis Lingling, atau yang dikenal dengan nama Agaton oleh penduduk setempat, menyerang Filipina pada Sabtu, 18 Januari 2014. Badai memporakporandakan sejumlah lahan pertanian dan infrastruktur senilai 383 juta peso (Rp 102 miliar).

    Sebanyak 240.521 keluarga atau 1,13 juta orang terkena dampak badai ini. Sekitar 181.233 orang terpaksa mengungsi. November lalu, negara ini baru saja dilanda topan Haiyan yang menyebabkan 6.200 orang meninggal.

    ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA

    Topik Terhangat
    Banjir Jakarta | Banjir Manado | BBM Akil | Anas Ditahan | Buku SBY

    Berita Lainnya:
    Nurul Izzah Berpisah?
    Didakwa Gay, Pria Inggris Diusir dari Uganda
    Panel Reformasi Cina ala Jinping Mulai Bertugas
    Seoul Anggap Enteng Provokasi Pyongyang
    Lama Absen, Presiden Argentina Muncul di Televisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.