Amankan Olimpiade, AS Bantu Rusia Atasi Teroris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertanding hoki es di Bolshoi Ice Dome, Sochi (4/1). Pertandingan ini dilaksanakan dalam rangka penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin di Sochi.  REUTERS/Alexei Nikolskiy/RIA Novosti/Kremlin

    Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertanding hoki es di Bolshoi Ice Dome, Sochi (4/1). Pertandingan ini dilaksanakan dalam rangka penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin di Sochi. REUTERS/Alexei Nikolskiy/RIA Novosti/Kremlin

    TEMPO.CO, Sochi - Amerika Serikat dan Rusia membicarakan penggunaan teknologi untuk memerangi terorisme dalam Olimpiade Musim Dingin bulan depan di Sochi. Olimpiade ini dibayang-bayangi kekhawatiran ektremis akan mengacaukan ajang ini, hal yang membuat Rusia sibuk menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

    Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Martin Dempsey mengakui telah bertemu koleganya dari Rusia, Jenderal Valery Gerasimov. Ia menyatakan AS bersedia untuk berbagi informasi teknis sebelum olimpiade yang akan diselenggarakan pada 7 Februari. "Teknologi Amerika kompatibel dengan sistem Rusia," katanya.

    Dempsey dan Gerasimov bertemu pada Selasa di Brussels. Mereka membahas hubungan bilateral militer dan menandatangani apa yang disebut "rencana kerja" pada 67 kegiatan kerja sama militer kedua negara.

    Pada hari yang sama, Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara melalui telepon dan mendiskusikan isu-isu lain terkait pengamananan Olimpiade Sochi. Juru bicara Gedung Putih menyatakan, Washington menawarkan "bantuan penuh".

    Pentagon, menurut sumber lain, menawarkan pengamanan laut dan udara, termasuk menyiagakan dua kapal Angkatan Laut AS di Laut Hitam. Mereka juga terbuka untuk menyediakan peralatan yang mampu mengganggu sinyal ponsel atau radio yang biasanya digunakan oleh militan untuk meledakkan bom.

    Beberapa bulan menjelang pelaksanaan Olimpiade ini, eskalasi kekerasan meningkat di negara itu. Dua serangan bom akhir bulan lalu menewaskan 34 orang di Kota Volgograd, wilayah yang dianggap sebagai pintu gerbang menuju dua republik di selatan Rusia, Chechnya dan Dagestan. Dua wilayah ini dianggap sebagai pusat pemberontak yang terus melancarkan teror selama dua dekade terakhir.

    RIA NOVOSTI | TRIP B

    Berita Terpopuler
    Cuitan Anas, Ruhut: Tahanan Hina Jangan Didengar 
    Media Asing Soroti Ani Yudhoyono di Instagram 
    Angkat Telunjuk, Hary Tanoe Tantang Tutut
    Hanya Orang Gila Menuntut Jokowi Hilangkan Banjir
    Mengapa Ahok Keras Menjaga Waduk Pluit? 
    Pencipta Oplosan Dinilai Tak Tahu Terima Kasih


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.