Jepang: Anwar Ibrahim Ditolak karena Tak Ada Visa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Pejabat Kedutaan Besar Jepang di Malaysia mengatakan, penolakan tokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, masuk Jepang pada Ahad lalu karena ia tidak mengajukan visa. “Jepang tak bisa mempertimbangkan pengaturan khusus untuk Anwar karena kami tidak menerima aplikasi visa,” kata pejabat Kedutaan Besar Jepang, Tomoko Nagai, Selasa, 21 Januari 2014.

    Jepang memang sudah tidak lagi memberlakukan visa bagi warga Malaysia sejak tahun lalu. Namun Anwar, 66 tahun, harus tetap melaporkan rencananya karena memiliki catatan kriminal pada masa lalu.

    Insiden penolakan Anwar masuk Jepang ini terjadi Ahad lalu. Anwar tiba di Bandara Internasional Narita, Tokyo, untuk menghadiri undangan Ketua Nippon Foundation, Yohei Sasakawa, sebagai pembicara dalam forum kerukunan beragama. Namun, pihak imigrasi mengatakan, dirinya dilarang masuk negara itu terkait hukumannya pada 1999 untuk kasus sodomi dan korupsi.

    Anwar mengaku sebelum keberangkatannya, Kedutaan Besar Jepang di Kuala Lumpur memastikan ia tidak akan menghadapi masalah saat memasuki Jepang. Apalagi ia sudah tiga kali mengunjungi Jepang, yaitu pada 2006, 2009, dan 2012. Menurut Anwar, para pejabat imigrasi Jepang mengatakan bahwa mereka menanggapi sebuah laporan yang lebih baru tentang dirinya.

    Mantan timbalan atau Wakil Perdana Menteri Malaysia 1993-1998 menyebut Jepang sebagai negara yang tidak demokratis. “Saya sangat terkejut dan bingung akibat insiden ini. Ini bukanlah cara sebuah negeri demokratis memperlakukan seorang pemimpin oposisi dan politisi veteran,” kata Anwar.

    Ia menyerukan agar pemerintah Malaysia menyelidiki insiden ini dan menyampaikan kecaman keras terhadap Tokyo. Pemerintah Malaysia yang dituding iktu campur tangan dalam penolakan ini membantah. Menteri Luar Negeri Datuk Seri Anifah Aman mengaku tidak tahu-menahu soal kepergian Anwar ke Jepang.



    CAN | RAJU FEBRIAN

    Berita Terpopuler
    Obama: Selamat Ulang Tahun Michelle
    Remaja Cile Jual Bayi di Facebook Rp 1,3 Juta
    Julie Gayet, Bintang Film Pemikat Hati Hollande 
    Dokter Perempuan Saudi Bekerja di Bagian Forensik 
    Anwar Ibrahim Dilarang Masuk Jepang  



     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.