Ledakan Bom Restoran Tewaskan Pejabat IMF dan PBB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara NATO dan kepolisian Afganistan berjaga di luar sebuah restoran Libanon, lokasi terjadinya bom bunuh diri, di Kabul, Afganistan, Sabtu (18/1). REUTERS/Omar Sobhani

    Tentara NATO dan kepolisian Afganistan berjaga di luar sebuah restoran Libanon, lokasi terjadinya bom bunuh diri, di Kabul, Afganistan, Sabtu (18/1). REUTERS/Omar Sobhani

    TEMPO.CO, Kabul –  Seorang pejabat senior Dana Moneter Internasional (IMF) dan empat staf Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) ikut tewas bersama 21 orang lainnya dalam serangan bom dan penembakan di sebuah restoran di Kabul, Afganistan, Jumat, 17 Januari 2014.

    Serangan Taliban itu terjadi di wilayah yang paling dijaga ketat di Kabul.  Tempat kejadian,  Taverna du Liban,  adalah restoran hidangan Lebanon yang populer di kalangan warga asing dan diplomat, terletak di antara kedutaan asing dan kantor lembaga swadaya masyarakat di Afganistan.

    Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon mengutuk serangan tersebut.

    “Serangan terhadap warga sipil itu tidak dapat diterima dan melanggar hukum internasional,” kata Ban melalui juru bicaranya.

    Christine Lagarde, Ketua IMF memastikan Wabel Abdallah, 60 tahun,  warganegara Lebanon yang menjadi wakilnya di Afghanistan sejak Juni 2008 menjadi salah satu korban.

    “Ini kabar tragis, kami semua sedih,” kata Lagarde.

    Seorang warga Inggris,  Rusia, dua Kanada dan dua Amerika Serikat termasuk di antara 13 korban. Delapan korban lainnya adalah warga Afghanistan.  Lima korban di antaranya perempuan.

    Juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid mengaku kelompoknya-lah yang melakukan serangan.

    “Ada serangan bunuh diri di hotel asing dimana penjajah asing biasa makan malam,” katanya. “Dalam serangan ini bom yang digunakan sangat kuat dengan jumlah korban jiwa serta kerusakan yang besar.”

    Serangan terjadi di Distrik Wazi Akbar Khan yang dijaga ketat. Kawasan tersebut juga merupakan tempat tinggal kalangan berada Afganistan.

    Pelaku meledakkan bom di pintu depan, sebelum dua penyerang lain masuk lewat dapur dan menembaki pengunjung restoran.

    Ahmad Fawad, koki restoran mengaku berhasil kabur ke rumah tetangga lewat atap dan bersembunyi bersama delapan rekannya.

    “Kami bisa mendengar suara tembakan. Dua penyerang ada di dalam. Semua tamu yang sedang makan tewas, termasuk manajer kami dan seorang koki.” Pemilik restoran, Kamal Hamade, juga tewas.

     Tembakan berlangsung selama 20 menit sebelum para penyerang tewas di tangan aparat keamanan.

    Sejak tahun 2013 Taliban menyerang kompleks tempat tinggal warga asing di Afghanistan. Serangan ke restoran itu adalah yang pertama kalinya terhadap warga sipil sejak penyerangan di Danau Qargha.

    AL JAZEERA | BBC | NATALIA SANTI

    Berita Terpopuler
    Ani Yudhoyono: Ini Tustel Pribadi, Paham?
    Adnan Buyung Tantang KPK Bawa Anas ke Pengadilan 
    Jokowi Dapat Teguran Gamawan 
    Ani Yudhoyono Berang Ditanya Kepemilikan Kamera 
    Elektabilitas Turun, Jokowi Masih Unggul Jauh  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...