Di India, 18 Pelayat Tewas Terinjak-injak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang korban yang luka akibat terinjak-injak di Festival Hindu, dibawa ke rumah sakit di Vandiperiyar,  Kochi, India, (15/1). AP

    Seorang korban yang luka akibat terinjak-injak di Festival Hindu, dibawa ke rumah sakit di Vandiperiyar, Kochi, India, (15/1). AP

    TEMPO.CO, Mumbai -  Sedikitnya 18 orang tewas dan 50 luka-luka akibat terinjak-injak dalam sebuah acara perkabungan di India.  Puluhan ribu orang menghadiri acara perkabungan ulama Mumbai, Syedna Mohammed Burhanuddin yang meninggal dunia dalam usia 102 tahun, Jumat, 17 Januari 2014.

    Burhanuddin adalah ketua komunitas Muslim Dawoodi Bohra. Saat kejadian, massa berhimpit-himpitan di depan gerbang rumahnya.

    Insiden terinjak-injak dalam desak-desakan kerap terjadi di beberapa tempat keagamaan di India. Namun jarang terjadi di kota besar seperti Mumbai lantaran dijaga banyak polisi yang mengatur aliran massa.

    Menurut komisaris polisi kota Mumbai, Satya Pal Singh, polisi tidak mengira jumlah pelayat yang hadir dalam acara tersebut sedemikian besarnya.

    “Kami tidak mengira jumlahnya sangat banyak,” kata Singh. “Selain itu, ini adalah peristiwa emosional sehingga polisi tidak bisa bertindak keras.”

    Jenazah Burhanuddin disemayamkan di kediamannya di Bukit Malabar agar para pengikutnya bisa memberikan penghormatan terakhir.

    Bulan Oktober lalu, sekitar 115 orang tewas terinjak-injak di sebuah kuil Hindu di negara bagian Madhya Pradesh.

    AL JAZEERA | NATALIA SANTI

    Berita Terpopuler
    Ani Yudhoyono: Ini Tustel Pribadi, Paham?
    Adnan Buyung Tantang KPK Bawa Anas ke Pengadilan 
    Jokowi Dapat Teguran Gamawan 
    Ani Yudhoyono Berang Ditanya Kepemilikan Kamera 
    Elektabilitas Turun, Jokowi Masih Unggul Jauh  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.