Lagi, Satu TKI di Arab Saudi Meninggal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang melebihi ijin tinggal (overstayed) dari Arab Saudi saat proses pemulangan menuju daerah asal masing-masing di Balai Pelayanan Kepulangan TKI Selapajang, Tangerang, Banten, Selasa (1/11). Sebanyak 1.277 TKI overstayed yang terdiri dari dari 1.211 orang dewasa, 39 anak-anak, dan 27 bayi, dipulangkan dari Arab Saudi dengan menggunakan 4 kloter penerbangan.  TEMPO/Aditia Noviansyah

    Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang melebihi ijin tinggal (overstayed) dari Arab Saudi saat proses pemulangan menuju daerah asal masing-masing di Balai Pelayanan Kepulangan TKI Selapajang, Tangerang, Banten, Selasa (1/11). Sebanyak 1.277 TKI overstayed yang terdiri dari dari 1.211 orang dewasa, 39 anak-anak, dan 27 bayi, dipulangkan dari Arab Saudi dengan menggunakan 4 kloter penerbangan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta – Politikus PDIP, Rieke Dyah Pitaloka, mendesak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempercepat pemulangan tenaga kerja Indonesia overstayer (TKIO) di Arab Saudi.  Hal ini terkait dengan kabar satu lagi warga negara Indonesia yang meninggal dunia di tempat penampungan.

    “Seorang TKI asal Cirebon meninggal dunia setelah tiga kali ke rumah sakit selama berada di Tarhil Sumaysi,” kata Rieke dalam siaran pers yang diterima Tempo, Rabu, 15 Januari 2014.

    Khotijah binti Hosen meninggal dunia pada Selasa, 14 Januari 2014, sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Khotijah sempat dilarikan ke rumah sakit, ketika ditemukan tidak sadarkan diri dengan mulut berbusa di Tarhil, Senin malam lalu. "Para TKIO terpaksa menggedor pintu dan jendela sekuriti untuk menarik perhatian agar si ibu segera dibawa ke rumah sakit. Butuh waktu 30 menit agar sekuriti datang,”  kata Rieke dalam siaran persnya.

    Khotijah meninggal dunia di Rumah Sakit Malik Pahad, Jeddah, meninggalkan bayi berusia empat bulan bernama Raihan.

    Konsul Penerangan KJRI Jeddah, Syarif Shahabudin, mengatakan masih mencari kebenaran soal berita tersebut. “Sampai saat ini masih dalam proses klarifikasi kebenaran beritanya,” kata Syarif kepada Tempo.

    Dia menambahkan, pemulangan TKIO masih terus dilakukan. Hari ini,  339 TKIO dipulangkan. Sedangkan jumlah terakhir TKIO di Tarhil Sumaysi masih dalam pendataan.

    Dalam siaran persnya, Rieke mendesak agar Presiden SBY melakukan lobi tingkat tinggi agar pemerintah Arab Saudi segera memulangkan TKIO. "Pemerintah Saudi harus bertanggung jawab dengan menanggung biaya pemulangan karena aturan internasional,” kata Rieke.

    NATALIA SANTI

    Baca juga:
    Pantau Banjir, Jokowi Malah Diminta Jadi Presiden 
    Benarkah Akil Bermain untuk Kemenangan Soekarwo?
    Busyro: Anas Memang Tak Bawa Ember
    Malam Ini, Mahfud MD Bongkar Manuver Akil


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.