Yingluck Pantau Demonstran dari Kantor Menhan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masa anti pemerintah menerikan slogan saat menutup sebuah persimpangan jalan utama di pusat kota Bangkok, Thailand (13/1). Aksi masa besar-besaran yang dimulai hari ini dikhawatirkan akan terus berlanjut dan membuat negara ini terseret dalam perang saudara.  REUTERS/Athit Perawongmetha

    Masa anti pemerintah menerikan slogan saat menutup sebuah persimpangan jalan utama di pusat kota Bangkok, Thailand (13/1). Aksi masa besar-besaran yang dimulai hari ini dikhawatirkan akan terus berlanjut dan membuat negara ini terseret dalam perang saudara. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Bangkok - Caretaker Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra menggelar rapat dengan badan-badan nasional yang terkait dengan keamanan di Kantor Kementerian Pertahanan, Senin 13 Januari 2014. Dari kantor itu, Yingluck juga memantau pergerakan pengunjuk rasa anti-pemerintah dalam melumpuhkan kota Bangkok, Thailand.

    Beberapa pejabat yang hadir caretaker Wakil Perdana Menteri Surapong Tovichakchaikul, Niwatthamrong Boonsongpaisarn, Pracha Promnok dan Pongthep Thepkanchana, Menteri Teknologi dan Ilmu Pengertahuan Pirapan Palusuk dan Menteri Informasi dan Teknologi Anudith Nakornthap.

    Selain itu, Menteri Kehakiman Chaikasem Nitisiri, Wakil Menteri Pertahanan Yutthasak Sasiprapa, Wakil Menteri Pendidikan Sermsak Pongpanich, Wakil Menteri Perhubungan Prin Suwannathat, Wakil Menteri Dalam Negeri Visarn Techatheerawat, Sekretaris Kementerian Pertahanan Nipat Thonglek, Kepala Dewan Keamanan Nasional Paradorn Pattanatabut, Sekretaris Kementerian Dalam Negeri Wiboon Sa-nguanpong, dan Kepala Departemen Investigasi Khusus Tarit Pengdith.

    Pertemuan itu digelar secara tertutup. Wartawan hanya diperbolehkan untuk mengambil gambar dan kemudian diperintahkan untuk meninggalkan sebelum pertemuan dimulai.

    Hari ini, 13 Januari 2014, demonstran memblokade delapan persimpangan jalan. Mereka juga akan melumpuhkan sejumlah kementerian bahkan memutus suplai listrik dan air. Aksi ini sebagai bentuk desakan kepada Yingluck untuk mundur dari jabatannya. Sementara kekuasaan diserahkan kepada dewan rakyat bentukan pengunjuk rasa.

    BANGKOK POST | EKO ARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.