Enam Tewas Setelah Hujan Lebat Guyur Filipina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hujan.  REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    Ilustrasi hujan. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    TEMPO.CO, Manila - Hujan lebat yang turun di Filipina bagian selatan menewaskan sedikitnya enam orang dan delapan lainnya hilang, kata pihak berwenang, Minggu. Bencana terbaru ini kian membuat prihatin korban topan yang kini masih tinggal di tempat penampungan sementara.

    Empat orang meninggal di rumah mereka di Mindanao setelah tanah longsor melanda kota pegunungan Tarragona, selepas hujan lebat. Seorang gadis tujuh tahun tewas dan tiga lainnya hilang setelah tanah longsor terjadi di kota tambang emas Monkayo. Hujan lebat juga merengut nyawa bayi laki-laki satu tahun yang tewas setelah banjir bandang melanda kota pertambangan Bayugan.

    Dua orang lainnya hilang ketika mereka menyeberangi sungai yang meluap di kota Santiago, sementara tiga nelayan hilang setelah pergi melaut di kota pesisir Tubay, kata polisi setempat .

    Para pejabat khawatir hujan dapat memperburuk kondisi hidup yang sudah keras bagi para korban topan Haiyan. Banyak dari mereka yang hingga kini masih tinggal di tempat penampungan sementara setelah rumah mereka hancur akibat bencana pada November 2013 itu.

    Prakirawan cuaca Filipina, Manny Mendoza, mengatakan hujan lebat akan terus berlangsung selama dua sampai tiga hari ke depan, terutama di pulau Samar dan Leyte yang sebelumnya porak-poranda karena Topan Haiyan, salah satu topan terkuat dalam beberapa dasawarsa yang melanda negeri itu.

    Sebanyak hampir 8.000 orang tewas atau hilang akibat bencana ini. Dampak badai ini menurut banyak pengamat mirip dampak yang ditimbulkan oleh hantaman tsunami.

    AP | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.