Pria Ini Tewas Tercekik Celana Dalamnya Sendiri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi celana dalam (Orange)

    Ilustrasi celana dalam (Orange)

    TEMPO.CO, Oklahoma – Seorang pria asal Oklahoma, AS, tewas lantaran anak tirinya melakukan atomic wedgie hingga membuatnya tercekik dan sesak napas. Atomic wedgie dilakukan dengan menarik celana dalam bagian belakang hingga naik melewati kepala si pemakainya.

    Dikutip dari CBS Houston, Denver Lee St. Clair dilaporkan tercekik celana dalamnya sendiri saat terlibat perkelahian pada 21 Desember 2013 lalu dengan anak tirinya, Brad Davis. Ia meninggal akibat sesak napas dan luka akibat benda tumpul di kepalanya.

    Menurut pengakuan Davis, perkelahian itu terjadi lantaran sang ayah tiri menghina ibunya. Ia juga menuturkan, bahwa pria 58 tahun itu menyerang dirinya terlebih dahulu. Dengan dalih pertahanan diri, ia pun melakukan atomic wedgie kepada ayahnya.

    Pihak kepolisian sampai dibuat kaget oleh aksi Davis. “Saya belum pernah melihat kejadian ini sebelumnya,” kata Sheriff Mike Booth.

    Biasanya atomic wedgie dilakukan siswa-siswa SMA untuk mem-bully temannya. Perlakuan ini akan membuat si korban merasa tidak nyaman dan malu. Namun, apa yang terjadi pada St. Clair ternyata lebih parah. Ia justru tercekik dan kehilangan nyawa.

    Meski Davis mengklaim aksi ini sebagai upaya pertahanan diri, polisi tetap menjebloskannya ke penjara. Tindakan ini dikategorikan sebagai pembunuhan.

    ANINGTIAS JATMIKA | CBS HOUSTON

    Berita Terpopuler
    500 Warga Jepang Sakit Usai Santap Makanan Beku
    Sidang Mursi Ditunda hingga 1 Februari
    Amerika Serikat Kirim Pasukan dan Tank ke Korsel
    Badai Salju, Napi Kembali ke Bui Setelah Kabur
    Terjebak Es, Dua Kapal Ini Akhirnya Bebas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.