Perusahaan Israel Sumbangkan Alat Deteksi Tsunami

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jerusalem: Sebuah perusahaan Israel mengatakan pihaknya berencana menyumbangkan alat deteksi tsunami gratis pada begara-negara Asia terkena bencana tersebut. Alat deteksi tersebut diharapkan dapat memberikan peringatan dini apabila gelombang hebat itu datang. Peralatan yang dibuat oleh Meir Gitelis tersebut setiap unitnya bernilai $170. Ukurannya lebih kecil dari kotak sepatu dan bekerja menggunakan sensor tanah dan air, mengukur aktivitas seismik serta gerakan gelombang.Sensor dalam alat tersebut akan mengirimkan sinyal dalam hitungan detik ke semua satelit pemerintahan di dunia. Namun keunikan dari sistem ini adalah dapat memberikan peringatan dini pada pelanggan swasta melalui HP, pager atau alat komunikasi lain, sehingga pesan yang disampaikan dapat menjangkau lebih banyak pihak.Hotel-hotel yang terletak di pesisir pantai dapat menginstal satelit penerima untuk menerima peringatan beberapa detik setelah terjadi gempa yang dapat mengakibatkan tsunami. Operator telepon lokal, pager dapat melakukan hal yang sama dan memperingatkan pelanggan mereka melalui SMS."Sensor dapat mengukur intensitas getaran serta ketinggian dan kecepatan gelombang yang datang," ujar Gitelis dari Avtipus Patents and Inventions Ltd., yang mengkhususkan diri pada peralatan komunikasi dan sensor. "Sistem yang dibangun dapat menganalisa seluruh data dan memperkirakan kapan tsunami akan datang, apakah cukup besar dan seberapa besar dampak yang akan ditimbulkan," tegasnya kepada Reuters. Gitelis membantah bantuan ini diberikan untuk popularitas. Ia menegaskan pihaknya benar-benar ingin menolong para korban bencana, karena itu peralatan ini akan diberikan gratis. Gitelis mengatakan peralatan ini akan berjalan efektif di daerah-daerah yang sudah memiliki jalur komunikasi baik.Reuters/Sita Planasari A

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.