India Tutup Tempat Boling di Kedutaan Amerika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis berunjukrasa di dekat kedutaan besar Amerika Serikat di Manila, Philipina (21/3). Mereka menuntut penghentian perjanjian militer antara kedua negara. Foto: AP/Pat Roque

    Sejumlah aktivis berunjukrasa di dekat kedutaan besar Amerika Serikat di Manila, Philipina (21/3). Mereka menuntut penghentian perjanjian militer antara kedua negara. Foto: AP/Pat Roque

    TEMPO.CO, New Delhi — Perseteruan antara India dan Amerika Serikat akibat penangkapan diplomat di New York semakin memanas. Pemerintah India pada Rabu, 8 Januari 2014, mengumumkan larangan aktivitas komersial berlangsung di kompleks Kedutaan Amerika Serikat di New Delhi mulai 16 Januari 2014 mendatang.

    Larangan termasuk untuk usaha salon, rumah makan, dan tempat olahraga boling yang selama ini Asosiasi Pendukung Komunitas AS. Sebelumnya, India juga telah menurunkan kadar imunitas dengan mencabut hak kekebalan hukum keluarga diplomat.

    Keluarga pejabat konsuler AS di India juga tidak lagi memperoleh kartu tanda penduduk khusus. Bahkan, sejak 2 Januari lalu, Pusat Kebudayaan AS kini dilarang memutar film tanpa izin.

    Semua langkah ini merupakan pembalasan New Delhi atas penangkapan diplomat Devyani Khobragade, yang menjabat sebagai Wakil Konsul Jenderal India di New York, pada 12 Desember 2013. Perempuan berusia 39 tahun itu dianggap memalsukan visa kerja pembantu rumah tangganya, Sangeeta Richard.

    Kejaksaan New York meminta pengadilan federal untuk memperpanjang masa penahanan ibu dua anak itu selama sebulan mendatang per Senin, 6 Januari 2014.

    INDIA EXPRESS | THE TIMES OF INDIA | SITA PLANASARI AQUADINI

    Berita Lain:
    Sampai Kapan Fenomena Cabe-cabean Bertahan?
    Soal Cabe-cabean, Orang Tua Harus Melakukan Ini
    Psikolog: Remaja Cabe-cabean Perilaku Alami
    Kegiatan Rutin Harian Pengaruhi Kualitas Tidur
    Begini Kalau Konsumsi Alkohol Kadar Tinggi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.