Penyerbuan di Masjid Muslim Hui, 14 Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masjid Kuqa Qong Hanka, Kota Kuqa di Provinsi Xinjiang, Cina. Foto: travelchinaguide.com

    Masjid Kuqa Qong Hanka, Kota Kuqa di Provinsi Xinjiang, Cina. Foto: travelchinaguide.com

    TEMPO.CO, Beijing - Sebanyak 14 orang tewas dan 10 lainnya luka-luka menyusul penyerbuan terhadap sebuah masjid di kawasan Nigxia, Cina sebelah barat laut. Demikian laporan kantor berita Xinhua, Senin, 6 Januari 2014.

    Menurut Xinhua, mengutip keterangan pejabat setempat, penyerbuan itu berlangsung saat makan siang sekitar pukul 13, Ahad, 5 Januari 2014. Saat itu sedang berlangsung pembagian makanan tradisional terhadap para tetamu yang menghadiri peringatan mengenang meninggalnya seorang ulama setempat.

    "Korban luka-luka dilarikan ke rumah sakit," tulis Xinhua, mengutip keterangan pejabat setempat.

    Gambar-gambar muncul di sejumlah media online menunjukkan kerumunan orang, hampir seluruhnya pria mengenakan jubah dan berkopiah putih, berdiri di luar Masjid Hijau seusai penyerbuan. Pakaian dan sepatu tampak juga berserakan di tanah.

    Untuk mengungkap penyerbuan terhadap masjid yang berdiri di Kota Xiji, berjarak sekitar 320 kilometer sebelah barat laut Xi'an (ibu kota Provinsi Shaanxi) itu, pihak berwajib melakukan investigasi. Ningxia adalah rumah bagi warga Cina bersuku minoritas Hui yang mayoritas beragama Islam. Tetapi mereka berbeda dengan warga muslim etnis Uighur Xinjiang.

    Data statistik pemerintah menyebutkan, jumlah suku Hui yang tinggal di daerah semigurun itu mencapai enam juta orang, atau sekitar 36 persen. Mereka merupakan salah satu penduduk terbesar di Kota Xiji.

    AL JAZEERA | AL ARABIYA | CHOIRUL



    Terpopuler
    KontraS: Lima Hal Janggal di Penggerebekan Ciputat 
    Farhat Abbas Ungkap Kekasih Cut Tari
    Mega Didorong Restui Jokowi Jadi Capres
    Megawati Segera Umumkan Capres PDIP



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.