Pemuda Palestina Ditembak Mati Militer Israel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Palestina di Tepi Barat, terpaksa harus merusak pagar pembatasan di selatan perbatasan antara Palestina dan Israel untuk mendapatkan penghidupan yang layak di Israel, 22/6. Reuters/Ammar Awad

    Warga Palestina di Tepi Barat, terpaksa harus merusak pagar pembatasan di selatan perbatasan antara Palestina dan Israel untuk mendapatkan penghidupan yang layak di Israel, 22/6. Reuters/Ammar Awad

    TEMPO.CO, Gaza - Seorang pemuda Palestina tewas setelah diberondong peluru militer Israel di Jalur Gaza. Demikian keterangan pejabat kesehatan kepada media, Jumat, 3 Januari 2013.

    Pria berusia 16 tahun itu, ujar sejumlah sumber, diketahui bernama Adnan Abu Khater. Dia tewas pada Kamis, 2 Januari 2013, di dekat pagar perbatasan di wilayah Jalur Gaza.

    Ashraf al-Qudra, juru bicara layanan darurat Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan, Khater tewas akibat luka-luka di bagian lengan setelah mendapatkan tembakan peluru tajam pasukan Israel di sebelah timur Jabaliya.

    Juru bicara militer Israel mengatakan, insiden pada Kamis, 2 Januari 2014, itu terjadi setelah tentara melihat sejumlah orang diduga telah merusak pagar pembatas di perbatasan. Dia menerangkan, militer sudah meminta mereka menghentikan aksi perusakan pagar. "Tentara terpaksa menembakkan timah panas terhadap seseorang di antara mereka."

    Sebelumnya, pada Kamis, 2 Januari 2014, sejumlah wara Palestina menembakkan sebuah proyektil yang jatuh di dekat pagar pembatas di perbatasan di wilayah Israel.

    "Tembakan itu tidak menimbulkan kerusakan," kata juru bicara militer Israel. "Tembakan itu dibalas dengan mombardir jet tempur Israel ke Gaza pada Jumat dinihari, 3 Januari 2014," ujarnya.

    AL ARABIYA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.