Eksekusi Paman Kim Jong Un Menggunakan Anjing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jang Song Thaek, dengan tangan diikat tali, diseret ke pengadilan oleh sejumlah petugas, Kamis (12/12). Paman dari Presiden Korea Utara, Kim Jong Un ini akhirnya dijatuhi hukuman mati. REUTERS/Yonhap

    Jang Song Thaek, dengan tangan diikat tali, diseret ke pengadilan oleh sejumlah petugas, Kamis (12/12). Paman dari Presiden Korea Utara, Kim Jong Un ini akhirnya dijatuhi hukuman mati. REUTERS/Yonhap

    TEMPO.CO, Beijing - Sebuah surat kabar terbitan Cina, Wen Wei Po, mengungkap eksekusi keji terhadap paman pimpinan Korea Utara Kim Jong un, Jang Song Thaek, pada 12 Desember 2013, yang menggunakan 120 anjing liar. Jang, 67 tahun, dan lima pembantu dekatnya ditelanjangi serta dilemparkan ke dalam kandang untuk dimakan hidup-hidup oleh anjing yang dibiarkan kelaparan selama tiga hari. 

    Eksekusi itu disebut Quan Jue. "Anjing itu menghabiskan tubuh enam orang itu hanya dalam satu jam," sebut Wen Wei Po, seperti dikutip Daily Mail, Jumat, 3 Januari 2014.

    Jang dituduh berupaya mengkhianati Jong un dengan mempersiapkan kudeta militer. Dia juga dituduh telah main perempuan, judi, dan korupsi. Media Korea Utara sempat menyebut Jang sebagai sampah dan lebih buruk dari anjing dan kotoran. Padahal, Jang selama ini menjadi mentor bagi Jong un dan membantu peralihan kekuasaan dari ayahnya, Kim Jong Il.

    Publik menduga Jang akan dieksekusi layaknya tahanan politik lainnya dengan ditembak mati menggunakan senapan mesin. Muncul anggapan bahwa eksekusi itu secara khusus disiapkan bagi mereka paling dibenci di masyarakat Korea Utara.

    Surat kabar berbahasa Cina itu juga menyebutkan bahwa seluruh proses ini disaksikan oleh pemimpin tertinggi di Korea Utara bersama dengan 300 pejabat senior. Jong un ingin menunjukkan eksekusi Jang menjadi peringatan bagi siapa pun yang menantang kepemimpinan Kim.

    Rincian fakta hukuman biadab itu muncul di surat kabar yang dianggap sebagai corong resmi pemerintah Beijing. Harian Singapura, The Straits Times, menduga laporan itu sebagai sinyal lain bahwa otoritas Cina kehilangan kesabaran terhadap sekutunya.

    Kim Jong Un menyinggung soal eksekusi pamannya itu dalam pidato tahun barunya. Meski tak menyebut nama, dia menyatakan telah membersihkan sampah partai pada tahun lalu. Pernyataan ini disiarkan melalui televisi negara.

    "Partai kami telah mengambil keputusan yang tepat dalam membersihkan kelompok antipartai dan antirevolusi. Keputusan ini membantu memperkuat solidaritas partai," kata Kim.


    DAILY MAIL | EKO ARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.