Olok-Olok Cucu Mitt Romney, Penyiar TV Minta Maaf  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitt Romney dan Ann Romney. REUTERS/Jim Young

    Mitt Romney dan Ann Romney. REUTERS/Jim Young

    TEMPO.CO, Washington - Penyiar stasiun televisi MSNBC Melissa Harris-Perry meminta maaf pada hari Selasa setelah dalam segmen baru pada acaranya bercanda tentang mantan calon Presiden AS dari Partai Republik, Mitt Romney. Cucu adopsi yang jadi bahan olok-oloknya berdarah Afrika-Amerika.

    Harris-Perry sebelum meminta maaf menyatakan banyolannya pada acara itu dimaksudkan untuk merayakan keragaman dan tidak bermaksud meremehkan.

    "Namun, apa pun tujuannya, segmen ini melakukannya dengan cara yang tak terduga yang ofensif," kata Harris-Perry dalam sebuah pernyataan. "Saya meminta maaf kepada keluarga Romney dan semua keluarga yang dibangun dengan adopsi dan trans-rasial yang saling mencintai."

    Segmen ini meminta panel untuk mengomentari foto-foto tahun lalu. Salah satu foto itu adalah Romney yang menggendong cucu angkatnya bersama istrinya, Ann, dan cucu-cucu lainnya.

    Aktris Pia Glenn menyanyikan "salah satu dari semua ini tidak seperti yang lain," dan komedian Dean Obeidallah bercanda bahwa foto tersebut "benar-benar merangkum keragaman partai Republik."

    Ini bukan kali pertama acara Harris-Perry menuai kontroversi. Bulan lalu, acara dengan bintang tamu aktor Alec Baldwin dibatalkan tak lama setelah ia meminta maaf karena menyebut seorang fotografer selebriti dengan cercaan homofobia.

    REUTERS | TRIP B

    Berita lain:
    Ahok Goyang Jakarta dengan Lagu Terajana

    Begini Kronologi Penggerebekan Teroris Ciputat 

    Teroris Ciputat dan Cerita Sebelum Penggerebekan 

    Enam Teroris Ciputat Akhirnya Tewas

    Jakarta Zaman Baheula, Pawang Hujan Dikerangkeng 

    Sutarman Tak Berkomentar Soal Teroris Ciputat 

    Kapolri Tiba di Lokasi Penggerebekan Teroris

    Tahun Baru, Jokowi-Ahok Pakai Seragam Kotak-Kotak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.