Rusia Beri Amnesti pada Semua Aktivis Greenpeace  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah demonstran berunjukrasa menentang hukuman bagi 30 aktivis Greenpeace, di luar gedung Kedutaan Besar Rusia di London, Inggris, Sabtu (5/10). REUTERS/Olivia Harris

    Sejumlah demonstran berunjukrasa menentang hukuman bagi 30 aktivis Greenpeace, di luar gedung Kedutaan Besar Rusia di London, Inggris, Sabtu (5/10). REUTERS/Olivia Harris

    TEMPO.COMoskow – Seluruh aktivis lingkungan non-Rusia yang ditahan selama protes pada bulan September lalu akhirnya dibebaskan. Pada Ahad kemarin, Greenpeace menyatakan, amnesti tersebut diberikan Presiden Rusia, Vladimir Putin, kepada ke-26 aktivis ini.

    “Saya sangat senang bisa pulang,” kata Tomasz Dziemianczuk, aktivis Polandia yang terakhir meninggalkan Rusia, kepada kantor berita Ria Novosti. Sebelumnya, 25 aktivis lainnya sudah dipulangkan lebih dulu pada hari Sabtu, 28 Desember 2013.

    Tomasz dan puluhan aktivis lainnya telah menghabiskan setidaknya dua bulan di dalam tahanan. Mereka yang berasal dari 18 negara ini menghadapi tuduhan hooliganisme dengan vonis tujuh tahun penjara.

    Rusia mengklaim para aktivis telah membahayakan nyawa dan kerusakan lingkungan di Prirazlomnaya, lepas pantai Gazprom. Namun, Greenpeace mengatakan perlengkapan pemecah es dianggap legal dan aktivisnya telah memprotes secara damai.

    ANINGTIAS JATMIKA | RIA NOVOSTI

    Baca juga:

    Presiden Cina Antre di Kedai Bakpao
    Liburan Obama di Hawaii Diusik Demo Anti-Drone
    Perempuan Teroris Ledakkan Stasiun KA Rusia
    H1N1 Kembali Menjangkiti Warga Amerika



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.