Kasus Korupsi Goyahkan Turki, Militer Tahan Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seymens, melambangkan militer lokal Ankara yang menyambut kedatangan Mustafa Kemal Atuturk di Ankara pada 1919, berbaris saat perayaan ulang tahun kemerdekaan Turki ke-90 di Ankara, Selasa (29/10). Atuturk memimpin perang kemerdekaan yang mengantarkan terbentuknya negara Turki. AP/Burhan Ozbilici

    Seymens, melambangkan militer lokal Ankara yang menyambut kedatangan Mustafa Kemal Atuturk di Ankara pada 1919, berbaris saat perayaan ulang tahun kemerdekaan Turki ke-90 di Ankara, Selasa (29/10). Atuturk memimpin perang kemerdekaan yang mengantarkan terbentuknya negara Turki. AP/Burhan Ozbilici

    TEMPO.CO, Ankara - Militer Turki mengatakan tidak akan terseret ke dalam politik di tengah skandal korupsi yang melibatkan tiga anak menteri dan orang dekat Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan. Beberapa menteri diganti untuk mengurangi citra buruk pemerintah.

    "Angkatan Bersenjata Turki tidak ingin terlibat dalam debat politik." Demikian pernyataan resmi militer, Jumat, 27 Desember 2013.

    Pernyataan militer muncul setelah salah satu penasihat Erdogan menulis opini yang diterbitkan di surat kabar Star bahwa skandal itu mungkin merupakan sebuah plot untuk memicu kudeta. Pemerintah telah menuding penyelidikan sebagai konspirasi untuk menjatuhkan pemerintah. Militer Turki sendiri telah menggelar tiga kali kudeta militer sejak 1960-an, namun kekuatan mereka dikekang di bawah pemerintahan Erdogan.

    Erdogan telah mencopot dan memutasi polisi dan jaksa yang memegang kasus ini. Polisi sebelumnya menemukan adanya dugaan suap dan korupsi dalam pembangunan proyek infrastruktur serta suap penyelundupan emas ke Iran. Erdogan menuduh adanya keterlibatan bekas sekutu dekatnya, Fethulan Gulen, ulama Islam konservatif yang tinggal di AS. Gulen dikenal memiliki relasi di kepolisian dan kejaksaan.

    Menteri Kehakiman Turki yang baru, Bekir Bozdag, membela pemerintah dua hari setelah pengangkatannya. Dia mengatakan jaksa dan polisi telah melanggar batas kewenangan mereka.

    WASHINGTON POST | EKO ARI

    Berita lain:
    Cap Teroris Dituding Cara Mesir Habisi Al-Ikhwan 
    Erdogan Ganti Menteri dengan Loyalis 
    Bekas PM Bangladesh Jadi Tahanan Rumah? 
    Rusia Sebut Yasser Arafat Tidak Diracun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.