Mesir Tangkapi Aktivis Ikhwanul Muslimin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Ikhwanul Muslimin. AP/Khalil Hamra

    Anggota Ikhwanul Muslimin. AP/Khalil Hamra

    TEMPO.CO, Kairo – Otoritas Mesir menangkap puluhan aktivis yang menjadi anggota Al Ikhwan Al Muslimun pada Jumat, 27 Desember 2013 atau kemarin waktu setempat. Al Jazeera melaporkan, otoritas setempat menangkap sekitar 23 orang anggota Ikhwanul dengan tuduhan menjadi anggota kelompok teroris. Penangkapan itu dilakukan sehari setelah pemerintah Mesir memasukkan Al Ikhwan Al Muslimun sebagai organisasi teroris.

    Puluhan aktivis itu ditangkap karena terbukti membawa dan menyebarkan selebaran yang berisi dukungan terhadap Al Ikhwan Al Muslimun. Melalui kantor berita pemerintah Mesir, MENA, puluhan orang itu juga ditangkap karena menyebarkan ideologi kelompok tersebut dan melakukan penghasutan untuk melawan petugas keamanan.

    “Mesir akan bertindak tegas terhadap terorisme. Warga Mesir juga tidak akan khawatir selama ada militer,” kata Panglima Angkatan Bersenjata Mesir Jenderal Abdel Fattah al-Sisi.

    Sebelumnya, pemerintahan sementara Mesir yang didukung militer menetapkan kelompok Al Ikhwan Al Muslimun sebagai organisasi teroris pada Rabu, waktu setempat. Langkah ini diambil setelah kelompok pendukung presiden terguling Muhammad Mursi itu dituding mendalangi serangan bom bunuh diri ke kantor polisi yang menewaskan sedikitnya 16 orang pada Selasa lalu.

    Keputusan itu membuat seluruh warga Mesir yang kedapatan menjalin hubungan dengan kelompok tersebut akan dihukum penjara minimal lima tahun. Selain itu, hukuman serupa juga akan diterapkan bagi siapa pun yang memberi dukungan secara lisan dan tulisan, serta memiliki literatur tentang kelompok Islam tersebut. Adapun pemimpin dan penyokong dana Al Ikhwan Al Muslimun akan dijerat hukuman penjara seumur hidup.

    Di lain pihak, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Mesir Hani Abdel Latif menyatakan pemerintah akan bertindak tegas terhadap pelaku pelanggaran aturan tersebut. Semua pihak yang terlibat dalam protes yang masih digelar kelompok Al Ikhwan Al Muslimun akan dihukum berat. “Bisa berupa hukuman mati, terutama pemimpin organisasinya,” ujar dia.


    AL JAZEERA | BBC | DIMAS SIREGAR

    Berita Lain:
    Romeo-Juliet' Ini Menikah di Usia 93 dan 89 Tahun
    Pamer Buah Dada Pas Mandi, Ibu-Anak Terancam Bui
    Nge-tweet Rasis, Karyawan Humas Dipecat

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.