Bom di Hari Natal, 37 Warga Irak Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Irak melihat pusat perbelanjaan yang hancur oleh bom mobil di Baghdad, Irak, (11/8). Saat merayakan Idul Fitri, Muslim Irak disambur dengan 11 bom mobil di sejumlah tempat dan menewaskan sekitar 60 orang dan 150 terluka. (AP Photo/Hadi Mizban)

    Warga Irak melihat pusat perbelanjaan yang hancur oleh bom mobil di Baghdad, Irak, (11/8). Saat merayakan Idul Fitri, Muslim Irak disambur dengan 11 bom mobil di sejumlah tempat dan menewaskan sekitar 60 orang dan 150 terluka. (AP Photo/Hadi Mizban)

    TEMPO.COBaghdad – Tiga serangan terpisah di hari Natal menewaskan setidaknya 37 orang di Irak. Diduga kelompok militan menargetkan umat Kristiani di wilayah tersebut.

    Dalam sebuah serangan, sebuah mobil meledak di dekat sebuah gereja di Dora dan menewaskan 26 orang dan melukai 38 orang. Sebelumnya, dua bom meledak di sebuah pasar yang di sekitarnya banyak bermukim Kristen Athorien. Serangan ini menewaskan 11 orang dan melukai 21 orang.

    Dikutip Time, pemimpin Irak yang berbasis di Gereja Katolik Chaldean, Louis Sako, mengatakan bahwa bom meledak di sebuah mobil yang diparkir dekat gereja yang tengah melakukan Misa Natal. Meskipun demikian, Sako tidak percaya bahwa militan menargetkan gereja.

    Memang, komunitas Kristen sering menjadi target serangan yang dilakukan oleh Al-Qaeda atau kelompok militan lain. Namun, sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung-jawab atas serangan ini.

    Serangan di hari Natal ini menambah jumlah korban tewas di Irak sepanjang Desember hingga mencapai 441 jiwa. Dan, menurut perkiraan PBB, lebih dari 8.000 orang telah tewas sejak awal tahun ini.

    ANINGTIAS JATMIKA | TIME

    Baca juga:
    Inggris Ampuni Pemecah Sandi Enigma, Alan Turing
    Roket Taliban Hantam Kedubes AS di Kabul
    Polisi Tahan Mantan Perdana Menteri Mesir
    Menteri Turki Desak PM Mundur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.