Indonesia Gelar Konferensi Pembangunan Palestina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SBY menyambut kedatangan Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kiri) di Istana Presiden (29/5). REUTERS/Supri

    SBY menyambut kedatangan Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kiri) di Istana Presiden (29/5). REUTERS/Supri

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi kerja sama negara-negara Asia Timur untuk pembangunan Palestina pada Maret tahun depan.

    "Ada dua acara besar yang akan digelar Indonesia tahun depan, bulan Maret ada konferensi solidaritas negara Asia Timur untuk pembangunan di Palestina, lalu bulan Agustus ada Forum Aliansi Peradaban Global PBB," kata Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Fachir, di Jakarta, Senin, 23 Desember 2013.

    Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah The 2nd Conference of Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development  (CEAPAD II) merupakan hasil pertemuan pertama yang digelar di Tokyo, 14 Februari 2013.

    Rencananya, acara tersebut akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dihadiri oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

    Menurut Direktur Kerja Sama Teknik Kemlu Siti Nugraha Mauludiah, dalam konferensi itu, juga akan dibahas komitmen Indonesia terhadap pembangunan Palestina.

    "Tahun 2008 kita sudah berkomitmen untuk memberikan pelatihan 1.000 warga Palestina. Itu sudah selesai tahun ini, dan pada pertemuan mendatang akan dibahas bantuan lain yang dapat diberikan Indonesia," kata Nining--nama panggilan Siti Nugraha Mauludiah.

    "Kesediaan Indonesia menjadi tuan rumah CEAPAD II pada 2014 merupakan penegasan atas dukungan dan bantuan pemerintah dan masyarakat Indonesia terhadap Palestina, serta memperjelas posisi Indonesia di antara negara-negara Asia Timur sebagai salah satu aktor utama yang konsisten menyuarakan perjuangan Palestina," ujar Nining.

    Bagi Indonesia, CEAPAD adalah mekanisme koordinasi pelengkap dari komitmen NAASP (New Asian African Strategic Partnership), yang berakhir pada tahun 2013.

    Sesuai dengan pernyataan Menlu RI pada CEAPAD I, kesinambungan bantuan pembangunan kapasitas akan meningkat dengan keikutsertaan pihak swasta. Untuk itu, di sela-sela CEAPAD II, akan diselenggarakan CEAPAD Business Meeting dan Trade Expo. Pada pertemuan bisnis tersebut, akan dilaksanakan seminar dan penampilan produk-produk Palestina dan Indonesia, serta penyelenggaraan one on one business meeting.

    Penyelenggaraan trade exhibition ini akan dilaksanakan bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Melalui CEAPAD II, diharapkan aktor yang berperan dalam pembangunan Palestina tidak hanya dari kalangan pemerintah saja, namun juga melibatkan sektor swasta.

    CEAPAD II direncanakan dihadiri sejumlah delegasi yang berasal dari negara-negara di ASEAN, Palestina, Asia Timur, dan negara/organisasi internasional para mitra pembangunan untuk Palestina, seperti India, Australia, United Nations, World Bank, Islamic Development Bank (IDB), dan JICA.

    CEAPAD merupakan inisiatif dari pemerintah Jepang, yang bertujuan untuk mendukung proses perdamaian Timur Tengah melalui koordinasi antara negara-negara di Asia yang telah aktif memberikan bantuan peningkatan kapasitas (capacity building) untuk Palestina.

    Diharapkan bantuan capacity building dan dukungan teknis lainnya dari negara-negara Asia Timur untuk Palestina dapat berkelanjutan, lebih terkordinasi, tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan Palestina, dan sesuai dengan kapasitas negara-negara Asia Timur.

    NATALIA SANTI

    Baca juga:
    Dalih Bupati Ngada Tutup Bandara:Saya Dipermainkan
    PGI Nilai Yudhoyono Melanggar Konstitusi
    Soal Wagub DKI, Tri Risma: Mendampingi Siapa?
    Tanpa Jokowi, Ical Kalahkan Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.